Thursday, May 30, 2013

[Media_Nusantara] A.Yani: Kesaksian Pesanan

 

From: "bambangsoesatyo@yahoo.com" <bambangsoesatyo@yahoo.com>
To: Al Faqir Ilmi
Cc:
Sent: Thursday, May 30, 2013 4:33 PM
Subject: A.Yani: Kesaksian Pesanan

Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Yani mengatakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak perlu mendalami pernyataan  Kepala Panitia Lelang Simulator SIM, AKBP Teddy Rusmawan saat memberikan kesaksian di pengadilan Tipikor terkait kasus Simulator SIM.

Pasalnya, kata Ahmad Yani, keterangan Teddy tersebut tidak konsisten, berubah-ubah.

"Bagaimana KPK mau mendalami kalau kesaksiannya berubah, tidak konsiten," kata Yani di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis.

Ia juga menenggarai, dengan keterangan yang berbeda saat memberikan kesaksian pertama dengan kedua, maka ada upaya untuk mengarahkan atau menyasar pihak yang sebenarnya tak ikut terlibat.

"Kalau dia (Teddy) berubah-ubah dan itu yang jadi sandaran bagi KPK untuk melacak, berarti ini paket dong (titipan)," kata politisi PPP itu.

Ia mencontohkan, saat pertama kali Teddy bersaksi, dia menyebut beberapa nama yang menerima uang kasus simulator. Tapi, kata Yani, dalam keterangan lain di depan pengadilan, Teddy tak menyebut nama-nama yang pernah disebutkan

"Ini menurut saya, jangan-jangan paket sesuatu yang digunakan untuk menggiring seseorang. Ini lah kalau pola penegakan hukum oleh KPK, model-model target. Harus dicari, tetapkan tersangka dulu. Nanti digali lagi pendukung-pendukungnya," kata dia.

Seharusnya, lanjut Yani, orang yang memberikan keterangan berubah-ubah, keterangannya sulit dipercayai lagi kebenarannya.

"Apalagi kalau dia di muka pengadilan, nanti bisa dituduh memberi keterangan palsu. Apa yang disampaikan Teddy tidak bisa, karena dia berubah-ubah. Jangan-jangan dia sendiri sudah tidak tahu lagi apa yang dia omongkan. Orang seperti itu omongannya tidak berkualitas," imbuh Yani

Dikatakannya, Teddy pernah menyebut nama Benny K Harman, Saan Mustopa, Dasrul Djabar, Pasek Suardika. Tapi saat memberikan keterangan untuk kedua kalinya, nama-nama tersebut hilang.

"Itu menurut saya, ada motif apa di balik itu. Bisa saja kesaksian Teddy itu menguntungkan orang-orang atau partai tertentu. Orang pasti berkesimpulan seperti itu. orang dapat berkesimpulan, orang yang selama ini disebut lalu disembunyikan," kata Yani.

Ia juga menyebutkan, Teddy yang sudah menjadi tersangka di kepolisian, tapi KPK tidak ditahan sama sekali.

"Saya menilai terjadi kejanggalan. KPK juga harus dipertanyakan. Teddy itu sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polisi. Kok di KPK belum. Kenapa dia diambilalih oleh KPK. Apakah karena dijanjikan sesuatu mungkin," ujarnya.

Ditambahkannya, pimpinan KPK pernah bicara bahwa apa yang disampaikan di fakta persidangan, itu yang terkuat.

"Tapi banyak nama-nama yang  disebut di sidang, tidak ditindaklanjuti. Kan banyak nama-nama menyangkut orang penting lagi, atau anak orang penting lagi, tapi kenapa KPK tak menindaklanjuti," pungkas Yani.

Teddy Rusmawan pernah menyebutkan bahwa dana Simulator diserahkan ke Azis. Tapi pada kesaksian lainnya, Teddy memberikan kepada mantan Bendum PD, M Nazaruddin sebagai bentuk janji Nazaruddin yang berhasil menggolkan proyek simulator.



Berita sebelumnya :

Teddy Pastikan Bambang Soesatyo Cs Terima Duit Empat Dus

Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi III, Bambang Soesatyo, Azis Syamsuddin, Desmon J Mahesa, Herman Heri dan M Nazaruddin dipastikan menerima aliran uang haram pengadaan simulator SIM, di Korlantas Mabes Polri. Bambang Soesatyo Cs, mendapat uang sebanyak empat dus dari mantan Kakorlantas Irjen Pol Djoko Susilo.

Kepastian itu, sebagaimana disampaikan Ketua Panitia Lelang Proyek Simulator SIM di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Teddy Rusmawan, ketika bersaksi di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Selasa (28/5).

Teddy yang mengaku mengantarkan uang itu langsung ke Bamsoet cs, tidak tahu berapa jumlah uang yang diterima. Pasalnya, uang itu diletakan dalam kardus. "Saya tidak tahu pasti, tapi jumlah kardusnya aja. Empat kardus," ujar Teddy.

Yang pasti sambung dia, uang tersebut untuk para anggota DPR yang digawangi mantan Bendahara Umum (Bendum) Partai Demokrat, M Nazaruddin.

"Ada, Nazar, Bambang Soesatyo, Aziz Syamsudin, ada Desmon, ada Herman," kata dia ketika mengantarkan uang.

Sebelumnya, diketahui, pemberian itu disinyalir berkaitan dengan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) yang disetorkan ke negara untuk membiayai kegiatan-kegiatan di Polri.

Untuk diketahui, sesuai peraturan pemerintah No 50 tahun 2010, institusi Polri selaku lembaga negara berhak menggunakan 90 persen pendapatan negara bukan pajak (PNBP) yang disetorkan ke negara untuk membiayai kegiatan-kegiatan di Polri, saat itu PNBP yang disetorkan sebesar Rp3 triliun.

Tetapi pembiayaan kegiatan-kegiatan di Polri itu tidak langsung menggunakan PNBP-nya. Melainkan berdasar pada penetapan pagu yang dibahas oleh Kemenkeu dengan Polri.

Dari pembahasan pagu itulah kemudian dimasukkan dalam RAPBN 2011 yang diusulkan pemerintah secara keseluruhan ke DPR. Usulan pagu anggaran itu dibahas di DPR melalui nota keuangan.

Pembahasan dilakukan oleh DPR dan mitra kerja terkait yaitu Polri dengan Komisi III DPR. Kemudian juga dilakukan pembahasan dilakukan dalam rapat kerja anggaran, antara kementerian anggaran, DPR/Komisi III dan lembaga (Polri) atau RKA-KL. Setelah pembahasan oleh DPR dan Polri, kemudian dibawa lagi ke Kemenkeu untuk ditelaah dan diselesaikan DIPAnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, satu pimpinan Komisi III yakni Benny K Harman, dan tiga anggota komisinya yakni Bambang Soesatyo, Azis Syamsuddin, dan Herman Heri diduga melihat peluang untuk ikut main dan meminta bagian dari anggaran PNBP proyek simulator. Dari keempatnya, Benny diduga hanya menunggu penyerahan uang.

Sementara itu, diduga Bambang, Azis, dan Herman beberapa kali melakukan pertemuan dengan pihak Korlantas untuk meminta fee miliaran rupiah untuk memuluskan pembahasan DIPA angaran simulator.

Salah satu pertemuan dilakukan ketiganya dengan AKBP Teddy Rusman (Ketua Panitia Lelang pengadaan simulator) dan Irjen Pol Djoko Susilo di Hotel Nippon, Jakarta, sekitar kurun tahun 2010. Sementara Kompol Legimo Pudjo Sumarto (Bendahara Korlantas) telah memberikan permintaan keempat anggota DPR itu.


Dengan Keras, Teddy Bilang Uang Empat Dus Bamsoet Cs Bernilai Rp4 Miliar

Terjawab sudah jumlah uang dalam empat kardus untuk para anggota Dewan Perwakilan Rakyat sebagai kompensasi penggiringan anggaran Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri.

Mantan Ketua Panitia Lelang proyek pengadaan driving simulator SIM, AKBP Teddy Rusmawan, menyatakan kalau uang dalam empat kardus itu berjumlah Rp4miliar.

"Saya menghitung sendiri, ada Rp4 miliar," ujar Teddy dengan nada keras, ketika bersaksi untuk terdakwa mantan Kakorlantas Irjen Pol Djoko Susilo, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Selasa (28/5).

Ia mengatakan, uang itu sendiri berasal dari dana Primer Koperasi Polisi (Primkoppol).
"Ada kuitansinya," kata Teddy menyeru bahwa ada bukti transaksi, seru Teddy dengan nyaring dan membuat seisi ruang sidang terhenyak.

Sementara itu, mendengar kesaksian Teddy, penasehat Hukum Djoko, Hotma Sitompul, langsung menyela proses persidangan itu. Ia meminta hakim tidak terpengaruh dengan suara keras polisi itu.

Hotma meminta Teddy menunjukkan bukti bahwa Djoko memerintahkan memberi uang untuk Nazaruddin cs.

"Majelis jangan terpengaruh dengan suara keras saksi ini. Dari tadi dia bilang ada saksi, ada kuintansi, coba ditunjukkan supaya jelas juga bagi kami. Ada kuitansinya enggak, jangan cuma teriak saja," sela Hotma tak kalah keras.

Sebelumnya, Teddy mengakui kalau dirinya diperintah Djoko Susilo untuk menyerahkan sejumlah uang dalam empat kardus untuk para anggota DPR, yakni Bambang Soesatyo, Azis Syamsuddin, Desmon J Mahesa, Herman Heri dan M Nazaruddin.

Teddy menjelaskan, uang itu sengaja diberikan, sebagai syarat dari Bamsoet cs, agar para anggota DPR menggiring anggaran untuk Korlantas senilai Rp600miliar.


Transaksi Haram Bamsoet Cs Dilakukan di Lantai Dasar Plaza Senayan

Ketua Panitia Lelang proyek simulator SIM, Teddy Rusmawan menjelaskan bahwa pertemuan di Restoran Basara cuma sebatas pertemuan dengan para anggota DPR, Bambang Soesatyo, Azis Syamsuddin, Desmon J Mahesa, Herman Heri dan M Nazaruddin.

Sedangkan pemberian uang dalam empat kardus yang disebut Teddy bernilai empat miliar itu diserahkan di Plaza Senayan, Jakarta. Teddy sendiri yang bertindak langsung sebagai pihak yang memberi.

Ia menceritakan, bahwa sedianya uang itu akan diserahkan di Restoran Basara, Sumitmas, di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Namun, ketika Bambang Soesatyo dan Azis Syamsuddin meminta tidak diserahkan ke mereka, namun melalui para ajudan masing-masing anggota dewan.

"Azis dan Bambang Soesatyo lalu memerintahkan ajudannya untuk mengambil kardus-kardus itu," ujar Teddy saat bersaksi dalam sidang lanjutan Terdakwa Djoko Susilo di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa, (28/5).

Proses penyerahan empat kardus dari Teddy ke ajudan Azis Cs itu disepakati dilakukan di sebuah kafe dekat Bioskop XXI Plaza Senayan, Jakarta. Namun, akhirnya pertemuan di kafe itu dibatalkan karena suasana yang ramai di tempat itu. Akhirnya, diputuskan pertemuan berlangsung di lantai dasar Plaza Senayan, Jakarta.

"Kita sudah BBM-an, kita ketemu di kafe dekat bioskop, lalu karena penuh kita pindah ke lantai bawah kafe dekat parkiran," kata Teddy.


Duit Empat Kardus Bamsoet untuk Gol-kan Anggaran Korlantas

Ketua panitia lelang proyek simulator SIM, Teddy Rusmawan mengakui menyerahkan uang sebanyak empat kardus untuk anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo, Azis Syamsuddin, Desmon J Mahesa, Herman Heri dan M Nazaruddin. Teddy menjelaskan, uang itu sengaja diberikan, sebagai syarat dari Bamsoet Cs, agar para anggota DPR menggolkan anggaran keseluruhan Korlantas senilai Rp600miliar.

"Waktu itu dia (Nazaruddin) menyampaikan Rp600 miliar itu untuk seluruh anggaran Korlantas, termasuk dalam pendidikan dan bisa dicairkan ke polisi untuk pendidikan ke Diklantas," ujar Teddy, ketika bersaksi untuk terdakwa Djoko Susilo dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa, (28/5).

"Akhirnya kita mengusulkan di lantas," imbuhnya.

Teddy menerangkan, uang Rp 600 miliar yang bakal diturunkan itu tidak hanya terkait langsung dengan pembahasan anggaran Simulator SIM. Namun, untuk keseluruhan anggaran di Korlantas.

"Kalau satu mata anggaran dengan simulator tidak ada. Tapi anggaran keseluruhan, hanya level pimpinan yang bicarakan, kami hanya mengantarkannya saja," demikian Teddy yang bersaksi mengenakan seragam polisi itu.

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
.

__,_._,___

[Media_Nusantara] Tujuh Tahun Lumpur Lapindo, Korban Ingatkan Pentingnya Pemulihan Kehidupan

 

Siaran Pers : Tujuh Tahun Lumpur Lapindo, Korban Ingatkan Pentingnya Pemulihan Kehidupan

Porong, Sidoarjo – 29 Mei menjadi tanggal yang paling diingat oleh korban lumpur Lapindo. Tujuh tahun lalu, lumpur dan gas beracun mulai menyembur dari bumi Sidoarjo. Sejak itu, warga di tiga kecamatan, Porong, Tanggulangin dan Jabon, harus hidup bersama kehancuran yang ditimbulkan oleh lumpur panas Lapindo.
Dalam rangka memperjuangkan pemulihan kehidupan dan mengingatkan publik luas bahwa kasus lumpur Lapindo belum tuntas, Rabu (29/5/2013), ratusan warga korban Lapindo dari berbagai desa yang tergabung dalam Korban Lumpur Menggugat (KLM), Komunitas Ar Rohmah, Sanggar Al Faz, dan Komunitas Jimpitan Sehat menggelar peringatan tujuh tahun semburan lumpur Lapindo.

Mereka mengarak patung menyerupai Aburizal Bakrie di tanggul penahan lumpur. Di akhir prosesi mereka membuang patung itu ke dalam lumpur panas. Acara ini juga didukung oleh sejumlah lembaga antara lain: WALHI Jatim, JATAM, UPC, Sanggar Sahabat Anak – Malang, Sanggar Merah Merdeka – Surabaya, Sanggar Bocah Dolanan – Pare dan puluhan komunitas dari berbagai wilayah konflik tambang di berbagai propinsi yang hadir sebagai wujud solidaritas publik kepada korban Lapindo.

"Patung ini merupakan simbol siapa yang harusnya bertanggung jawab dalam kasus Lapindo," tutur Abdul Rokhim, koordinator peringatan Tujuh Tahun Lumpur Lapindo.

Warga ingin menegaskan bahwa seharusnya Aburizal Bakrie-lah yang harus menanggung segala akibat perbuatan menghancurkan kehidupan mereka. Untuk itu, Bakrie harus dihukum secara setimpal. Hingga tujuh tahun kasus Lapindo berjalan, Aburizal Bakrie, pemilik PT Lapindo Brantas seperti tidak terganggu oleh akibat yang ditimbulkan lumpur Lapindo. Bahkan, tanpa malu dia menyatakan diri untuk menjadi calon presiden dari Partai Golkar pada Pemilihan Presiden tahun 2014 nanti.

Selain patung raksasa, warga juga membawa boneka jailangkung berkaos partai politik sebagai sindiran kepada para politisi yang menjadikan Kasus Lapindo sebagai komoditas politik menjelang pemilihan umum. "Para politisi hanya mengobral janji pada korban Lapindo untuk kebutuhan memperoleh suara saja. Namun setelah menjabat, korban pun dilupakan," kata Muhammad Hidayat, warga Desa Gempolsari.

Korban Lapindo merasakan kehidupan mereka menjadi semakin suram setelah lumpur menenggelamkan tempat tinggal mereka. Kehilangan yang mereka rasakan bukan sekadar kehilangan fisik, tanah dan bangunan, namun juga mencakup seluruh sisi kehidupan sebagai manusia.

"Yang hancur itu bukan hanya rumah dan tanah saja, tapi juga ekonomi, kesehatan dan pendidikan anak-anak kami. Siapa yang mau mengganti itu semua?," tanya Harwati, warga Siring yang menjadi koordinator komunitas Ar Rohmah. Selama ini ia mengkoordinir pemulihan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi kelompoknya. Tuntutan dan ungkapan hati korban Lapindo sebagaimana diutarakan Harwati juga dituangkan dalam puluhan wayang kardus yang turut dibawa dalam prosesi arak-arakan, bersama dengan patung raksasa serupa Aburizal Bakrie tersebut. Gambar warna-warni dan tulisan bernada sindiran dan protes dibawa rombongan korban lumpur Lapindo yang memulai aksinya dari depan taman eks Pasar Porong lama. Prosesi arakan diiringi musik patrol dan perkusi hingga menuju tanggul penahan lumpur Lapindo.

Monumen Tragedi Lumpur Lapindo

Selain mengarak dan melempar patung Aburizal Bakrie ke dalam lumpur, korban Lapindo juga memasang Monumen Tragedi Lumpur Lapindo. Monumen itu bertuliskan, "Lumpur Lapindo telah mengubur kampung kami, Lapindo hanya mengobral janji palsu. Negara abai memulihkan kehiduapan kami. Suara kami tak pernah padam, agar bangsa ini tidak lupa."

"Pemasangan monumen ini merupakan pengingat bahwa korban Lapindo akan selalu menuntut pemulihan sepenuhnya kehidupan mereka yang telah ditelan lumpur. Suara korban Lapindo tak akan pernah padam," tegas Bambang Catur Nusantara, koordinator aksi.

Selain prosesi hari ini, sebagai rangkaian kegiatan peringatan tujuh tahun semburan lumpur Lapindo panitia juga melakukan aksi pemasangan foto-foto untuk mengkampanyekan penghentian pemboran oleh PT Lapindo Brantas di wilayah padat huni. Foto-foto tersebut dipasang di beberapa titik persimpangan dan lampu merah di Sidoarjo.

"Aksi tersebut ditujukan untuk menggugah kesadaran dan menggalang dukungan publik atas ancaman yang bakal ditimbulkan oleh proyek-proyek migas yang tidak mengindahkan keselamatan warga seperti yang dilakukan Lapindo Brantas di Sumur Banjar Panji 1," tutur Gugun Muhammad, relawan Urban Poor Consortium (UPC).

Selain aksi, pada bulan Juni nanti, warga juga akan menggelar pengobatan gratis di Desa Kalidawir, Desa Besuki, dan di tanggul penahan lumpur wilayah Desa Siring.

Beberapa waktu sebelumnya, telah digelar seminar dan diskusi tentang Kasus Lapindo di kampus Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya. Salah satu rekomendasi adalah memperkuat peran negara dalam menangani kasus semburan lumpur Lapindo. Negara diharapkan mampu menjamin pemulihan hak-hak korban Lapindo yang telah hilang dan berani menagih pengeluaran yang telah diambil dari APBN kepada PT Lapindo Brantas sebagai pihak yang bertanggung jawab atas bencana industri ini.

Kontak;
Only Mahardika; 085731546262
Andrie S Wijaya; 08129459623
Abdul Rokhim; 081515109392
Bambang Catur Nusantara; 081336607872

baca Juga :

Geolog UGM pastikan Lumpur Lapindo sebagai bencana Industri ==> http://jaringanantikorupsi.blogspot.com/2013/05/medianusantara-geolog-ugm-pastikan.html

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
.

__,_._,___

Wednesday, May 29, 2013

[Media_Nusantara] Tangkap ajudan walikota mesum, danton satpol PP dicopot jabatannya

 

Tangkap ajudan walikota mesum, danton satpol PP dicopot jabatannya

BANDA ACEH (EKSPOSNews): Pasca tertangkapnya Ajudan Wali Kota Banda Aceh berinisial (AF), yang diduga melakukan tindakan asusila dengan seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran Unsyiah, Danton Satpol PP/WH Banda Aceh, Ismail Ahmad dicopot dari jabatannya. Ismail Ahmad mengetuai tim dalam penangkapan ajudan Wali Kota Banda Aceh itu. Saat dibawa pulang ke markas, ia dicegat oleh Kasatpol PP/WH Banda Aceh, Edi Saputra untuk melepaskan AF.

Namun Ismail Ahmad sedikit melawan karena ingin menegakkan keadilan. Baginya siapa saja yang salah harus ditindak. Apa boleh buat ia hanya seorang bawahan, ia harus melepaskan AF.

"Setelah kejadian itu abang langsung dibangku panjangkan, dan sekarang ia menjadi anggota Satpol PP Biasa," ungkap istri Ismail, Hastati Hasan, Kamis 18 April 2013.

Hastati mengaku bukan karena ia tidak menerima suaminya diturunkan dari jabatannya, akan tetapi karena hukum di Banda Aceh hanya berlaku untuk orang lemah saja. "Kenapa kalau pejabat salah dibebaskan. Sementara orang biasa ditindak," tukasnya dengan kesal.

Sementara itu, Kasatpol PP/WH Banda Aceh, Edi Saputra saat diminta klarifikasi mengatakan bahwa jabatan di Satpol PP/WH itu bukan jabatan struktural. Jadi, bisa digantikan kapan saja.

"Pak Ismail awalnya dari Satpol PP, dia kita angkat sebagai Danton WH, dan sekarang kita rotasi lagi, dia kita kembalikan ke Satpol PP. Bukan dia saja, tapi ada beberapa orang," ungkapnya terbata-bata.

Edi juga menambahkan, pencopotan Ismail dari Danton sama sekali tidak ada hubungannya dengan kejadian tertangkapnya ajudan wali kota Banda Aceh AF, akan tetapi memang sudah masanya mau diganti.

"Sama sekali tidak ada hubungan," tuturnya 

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
.

__,_._,___

[Media_Nusantara] PKS Menolak Kenaikan Harga BBM Bersubsidi

 

Pernyataan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPR RI Tentang Kenaikan Harga BBM

PKS Menolak Kenaikan Harga BBM Bersubsidi beserta Solusi Alternatif

Bahan bakar minyak (BBM) merupakan hajat hidup seluruh rakyat. BBM merupakan stimulus penggerak ekonomi rakyat. Pemerintah telah merencanakan untuk menaikkan harga BBM Bersubsidi pada pertengahan tahun 2013 ini. Disisi lain kenaikan harga BBM bersubsidi akan berpengaruh terhadap kehidupan dan kesejahteraan rakyat secara luas.

Mengapa Kita Menolak?

I. Kondisi Sosial dan Perekonomian Tidak Mendukung

1. Kenaikan harga BBM Bersubsidi akan meningkatkan jumlah rakyat miskin. Rakyat miskin akan bertambah 4 juta jiwa lebih.

• Pemerintah memproyeksikan penambahan jumlah orang miskin yang meningkat akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebesar Rp 2.000 per liter untuk premium dan solar Rp 1.000 per liter mencapai 4 juta jiwa. Angka kemiskinan bisa bertambah menjadi 11,85%-12,1% sepanjang 2013. Sedangkan target tahun ini sebesar 9%-10,5%. Menurut Menteri Keuangan baseline jika tidak menaikkan harga BBM subsidi prosentase kemiskinan 10,5%, tetapi dengan kenaikan harga BBM Bersubisidi akan meningkat 12,1% atau naik 1,6% menjadi 4 juta jiwa.

• Perhitungan pemerintah secara umum sangat konservatif, kemukinan dampak terhadap kemiskinan akan lebih besar dan bahkan juga akan menambah jumlah masyarakat yang mendekati miskin (near poor) semakin besar.

2. Kenaikan harga BBM Bersubsidi untuk seluruh segmen masyarakat apalagi dengan angka yang relatif cukup tinggi akan meningkatkan beban hidup sehari-hari rakyat secara signifikan. Dampak inflasi secara keseluruhan, baik pada ekspektasi inflasi yang terbentuk, inflasi first round saat kebijakan diambil maupun second round pasca kebijakan akan sangat besar mengingkat kebijakan ini sudah memasuki bulan-bulan dengan inflasi cukup tinggi karena memasuki tahun ajaran baru sekolah, Ramadhan dan Idul Fitri.

• Bank Indonesia (BI) telah menyampaikan bahwa inflasi kedepan semakin berat. BI sedang mewaspadai tingkat inflasi ke depan yang semakin berat, apalagi inflasi tersebut masih dibayangi oleh perekonomian global yang masih bergejolak. BI juga telah menyampaikan bahwa inflasi selama Kuartal I 2013 telah lebih tinggi dari perkiraan semula. Bahkan untuk inflasi Maret 2013 sudah melebihi batas atas target bank sentral. Inflasi Maret 2013 sebesar 0,63 persen dan secara tahunan, inflasi sudah 5,9 persen, melebihi batas target inflasi dari bank sentral 5,5 persen. Laporan BPS terbaru juga menunjukan inflasi tahun kalender atau dari Januari-April 2013 mencapai 2,32 persen sehingga inflasi tahunannya telah mencapai 5,57 persen.

• Bank Indonesia (BI) memproyeksikan, kenaikan harga BBM bersubsidi akan mendorong inflasi hingga 7,76 persen. Sementara asumsi pemerintah dalam Rancangan RAPBN Perubahan 2013 hanya sebesar 7,2 persen. Proyeksi ini secara umum sangat konservatif. Karakter inflasi di Indonesia menunjukan bahwa inflasi IHK adalah fenomena kota, sehingga inflasi bagi masyarakat di pedesaan bisa tembus 10 persen. BI juga telah memproyeksikan inflasi harga pangan bergejolak (inflasi volatile food) termasuk karena kebijakan ini dapat mencapai 11,7 persen atau bahkan lebih tinggi.

• Rencana menaikkan harga BBM bersubsidi akan dihadapkan pada risiko inflasi yang tinggi pada Juni, Juli dan Agustus karena merupakan bulan liburan sekolah dan tahun ajaran baru, sekaligus memasuki bulan Ramadhan dan persiapan lebaran atau Idul Fitri. Dan ini akan menjadi pengganda dampak yang serus dan akan memukul daya beli dan kesejahteraan rakyat.
• Dengan demikian dampak inflasi kenaikan harga BBM Bersubsidi menjadi berlipat dan akan membebani rakyat yang miskin, karena menurunnya daya beli, terpukulnya dunia usaha dan potensi munculnya pengangguran baru

3. Kenaikan harga BBM Bersubsidi juga akan merusak prospek ekonomi yang sudah mengalami perlambatan serius.

• Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2013 sedang melambat menjadi hanya 6,02% atau terendah selama 3 tahun terakhir dengan tren yang terus menurun. Perlambatan pada 3 bulan pertama 2013 disebabkan oleh pelemahan pertumbuhan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) dari 9,97% pada kuartal I/2012 menjadi 5,9% pada kuartal I/2013.

• Pelemahan pertumbuhan ekonomi juga tidak lepas dari pengeluaran konsumsi pemerintah yang melambat dari 6,45% menjadi 0,42%. Meskipun tetap tumbuh, kinerja ekspor barang dan jasa melambat dari 8,23% menjadi 3,39%. Krisis global yang masih berlanjut membuat ekspor sejumlah komoditas juga melambat, seperti minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan bijih, kerak serta abu logam.

• Satu-satunya komponen yang menunjukkan pertumbuhan yang masih cemerlang adalah konsumsi rumah tangga yakni dari 4,94% menjadi 5,17%. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga tetap melaju didorong oleh konsumsi masyarakat golongan menengah yang relatif kebal terhadap inflasi. Selain makanan, konsumsi produk otomotif, barang elektronik masih meningkat.

• BPS mencatat PDB atas dasar harga berlaku pada kuartal I/2013 mencapai Rp2.146,4 triliun atau naik 8,65% dari periode sama 2012. Konsumsi rumah tangga member kontribusi 55,64%, diikuti PMTB 32%, konsumsi pemerintah 6,81%, perubahan inventori 3,41%, diskrepansi statistik 3,16% dan net ekspor minus 1,02%.

• Hal ini menunjukkan bahwa Konsumsi rumah tangga sebagai penghela perekonomian masih sangat penting dan akan menjadi buruk ketika pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi secara keseluruhan.

4. Menjelang Pemilu 2014, rencana kenaikan harga BBM ini sangat bermotif politik, apalagi ditambah rencana menggelontorkan program BLT (Bantuan Langsung Tunai) atau BLSM (Bantuan Langsung Sementara Masyarakat). Dilihat dari skenario 2008 yang dilakukan pemerintah, pada tanggal 24 Mei 2008 harga BBM dinaikan menjadi Rp.6.000/liter, lalu pada 1 Desember 2008 diturunkan menjadi Rp.5.500/liter, pada tanggal 15 Desember 2008 diturunkan lagi jadi Rp.5.000/liter, dan pada 15 Januari 2009 (persis 3 bulan sebelum Pemilu 2014) harga BBM diturunkan lagi menjadi Rp.4.500/liter. Sehingga ada 2 keuntungan politis yang dirampas pemerintah, pencitraan lewat pembagian BLT dan pencitraan dengan penurunan harga BBM hingga 3 kali.

II. Kebijakan Energi yang Buruk

1. Rencana menaikan harga BBM yang akan dilakukan pemerintah ditahun 2013 ini menimbulkan tanda tanya besar, karena tidak ada fluktuasi harga minyak dunia. Bahkan Indonesian Crude Price (ICP) dalam beberapa hari belakang justru menurun hingga 104US$/Barrel. Dalam rencana pemerintah menaikan harga BBM ditahun 2008 dan 2012 lalu, harga ICP melonjak menjadi 124,6 US$/Barrel (Mei 2008), dan 128,1 US$/Barrel (Maret 2012).

2. Saat ini tidak ada situasi eksternal yang mengharuskan pemerintah menaikan harga BBM, hanya faktor internal yang seharusnya sudah diantisipasi pemerintah sejak dahulu lewat berbagai program pengendalian konsumsi energi fosil dan pengembangan energi baru terbarukan.

3. Miskinnya alasan pemerintah dalam rencana menaikan harga BBM tahun 2013 diakibatkan kegagalan pengendalian kuota BBM dan pengembangan energi alternatif selain minyak bumi. Kuota BBM melonjak drastis selama 3 tahun terakhir, hingga 45 Juta Kiloliter ditahun 2013 ini. Bahkan kuota ini juga diprediksi akan terlewati hingga 50 Juta Kiloliter.

4. Kuota BBM yang semakin melonjak ini disebabkan karena kegagalan pengembangan energi alternatif baik untuk sektor transportasi, pembangkit listrik dan pabrik. Infrastuktur BBG tidak dibangun secara progressif, bahkan sejumlah SPBG ditutup karena kesulitan pasokan gas, sementara hasil gas bumi Indonesia di ekspor ke luar negeri. Pemerintah juga tidak pernah berkaca dari keberhasilan konversi kerosene ke gas, yang dapat mengatasi kelangkaan minyak tanah dan memperbaiki energi mix.

5. Selain itu, subsidi BBM yang terlalu besar juga diakibatkan oleh kelalaian impor BBM yang telah dilakukan pemerintah selama bertahun-tahun. BBM yang diimpor pemerintah adalah BBM berkualitas Pertamax (RON 90 dan 92) karena BBM RON 88 sudah jarang diproduksi Negara lain. Untuk menghasilkan BBM jenis Premium (sebagaimana jenis BBM yang disubsidi APBN), maka pemerintah harus menurunkan RON nya menjadi 88, yaitu dengan mencampurkan BBM Impor tersebut dengan Naptha (cairan perubah angka oktan). Praktik seperti ini justru meningkatkan cost BBM hingga harga keekonomian Premium menjadi lebih dari Rp.9.500/liter, bahkan disinyalir justru lebih mahal dari Pertamax, sehingga besaran subsidi BBM secara keseluruhan membengkak.

6. Kelalaian impor BBM yang telah bertahun-tahun ini seolah-olah dibiarkan pemerintah. Hal ini dapat dilihat dari arus minyak nasional yang tidak mengalami perubahan signifikan selama 5 tahun terakhir ini. Selain impor BBM meningkat, impor minyak mentah juga terus terjadi karena minyak mentah hasil perut bumi Indonesia di ekspor. Minyak mentah Indonesia di ekspor karena tidak sesuai dengan spesifikasi kilang minyak dalam negeri. Seandainya, pemerintah serius membenahi pengelolaan energi nasional, tentulah kilang-kilang minyak dalam negeri akan dibangun sesuai spesifikasi minyak mentah Indonesia, untuk menghindari impor BBM yang terus meningkat.

7. Kebijakan penghapusan subsidi BBM bukan kebijakan yang berdiri sendiri, melainkan terkait dengan kebijakan liberalisasi ekonomi yang tengah berlangsung di Indonesia. Penghapusan subsidi BBM merupakan bagian dari scenario besar memperbesar mekanisme pasar dalam ekonomi Indonesia, sejalan dengan pemisahan (unbundling) industri hilir Pertamina dan UU Migas No. 22/2001 yang semakin membuka peluang bagi perusahaan multi-nasional untuk memperluas pasar hingga tingkat distribusi dan ritel.

III. Masih Terdapat Alternatif Sumber Pembiayaan

1. PKS berpandangan bahwa ketika harga BBM tidak dinaikkan, maka anggaran subsidi BBM dalam APBNP akan kemungkinan besar akan membutuhkan tambahan. Namun dengan tidak ada kenaikan harga BBM maka tentunya tidak diperlukan dana untuk kompensasi yang berpotensi bermasalah.

2. Untuk menutupi kekurangan dana pemerintah masih mungkin mendisain postur APBNP 2013 agar tidak meningkatkan defist dengan beberapa cara, sehingga masih dibawah batas yang dibolehkan Undang-undang sebesar 3% dari PDB.

3. Alternatif untuk menutup kekurangan dana adalah dengan sedikit mengubah postur APBNP 2013, diantaranya dengan:

a. Pemerintah dapat memanfaatkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) secara optimal. SAL tahun 2012 mencapai Rp69,77 triliun yang merupakan penjumlahan dari SAL 2011 sebesar Rp35,76 triliun dan SILPA tahun 2012 sebesar Rp34 triliun. Tentu saja SAL dapat dialokasikan untuk cadangan fiskal tetapi mengingat pengalaman tahun-tahun sebelumnya dimana penyerapan anggaran tidak optimal maka cadangan fiskal tidak harus terlalu besar, karena akan terdapat SILPA di tahun 2013.

b. Pemerintah dapat mempertahankan atau meningkatkan penerimaan pajak. Hal ini masih memungkinkan mengingat kondisi tax ratio yang masih potensial untuk bisa ditingkatkan. Pemerintah juga perlu serius untuk melakukan extra effort dalam rangka menghapus mafia perpajakan, meningkatkan tax compliance khususnya wajib pajak KPP large tax office dan KPP Khusus, serta menurunkan tingkat tax evasion melalui upaya transfer pricing khususnya oleh perusahaan asing. Kepatuhan perusahaan untuk membayar pajak secara benar harus terus ditingkatkan, saat ini baru sekitar 500 ribu perusahaan yang membayar pajak. Selain itu dengan struktur pendapatan penduduk di Indonesia (BPS, 2010): 8,8 juta berpenghasilan diatas USD 14.000 pertahun dan 25 juta berpenghasilan USD 5.500 pertahun, maka seharusnya penerimaan dari Wajib Pajak (WP) Pribadi juga bisa naik. Penerimaan pajak dari sektor-sektor yang diindikasi masih under tax, seperti pertambangan dan telekomunikasi masih potensial ditingkatkan.

c. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga masih potensial untuk ditingkatkan. Penerimaan royalti dan bagi hasil migas dan pertambangan perlu dioptimalisasi dengan mereview dan melakukan audit penentuan cost recovery, serta melakukan audit kinerja pertambangan. Kementerian terkait juga perlu melakukan upaya serius untuk mengolah minyak bagian pemerintah di kilang-kilang dalam negeri, sehingga nilai tambah sektor migas dapat optimal bagi perekonomian domestik.

d. Penghematan belanja barang dan pegawai yang masih banyak inefisiensi. Belanja barang (termasuk jasa) selama ini masih banyak yang tidak tepat dan bersifat pemborosan, termasuk biaya perjalanan dinas. Selain itu dengan remunerasi birokrasi yang sudah berjalan, seharusnya juga terjadi penghematan belanja pegawai melalui penggurangan honor-honor kegiatan birokrasi yang tidak tepat.

Kesimpulan Menolak

1. PKS secara tegas menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM Bersubsidi. PKS menolak kenaikan harga BBM bersubsidi karena akan berdampak pada kenaikan harga-harga barang, memukul daya beli rakyat, menambah jumlah rakyat miskin dan merusak prospek ekonomi sehingga semakin buruk. Selain itu PKS menilai pilihan terhadap kebijakan ini akan mendorong gejolak sosial dan resistensi publik serta merusak harmoni sosial.

2. PKS menilai kegagalan pemerintah melalui kementrian-kementrian terkait dalam berbagai kebijakan terkait tatakelola energi nasional sehingga masyarakat dapat mengakses energi yang relatif murah tidak selayaknya dibebankan kepada rakyat. Ketidaksungguhan pemerintah dalam pengembangan energy mix dan menyiapkan sistem serrta infrastruktur pengaturan BBM Bersubsidi berdasarkan roadmap yang telah disepakati dengan DPR tidak boleh diselesaikan dengan cara-cara yang instan dan mengambil langkah short cut. Jika cara ini yang diambil maka persoalan tidak akan selesai, sementara dalam jangka menengah sulit diharapkan mampu menuntaskan akar permasalahannya, sehingga rakyat akan terus menjadi korban.

3. Kedepan pemerintah perlu lebih serius dan komprehensif mendorong perbaikan arah kebijakan subsidi agar semakin tepat sasaran dan juga pengembangan energy mix yang semakin sehat dalam jangka menengah. Agar persoalan BBM subsidi tidak terus menerus menjadi permasalahan yang membelenggu maka Fraksi PKS meminta pemerintah agar: (1) Membenahi kebijakan energi yang mengutamakan ketahanan energi nasional di atas kepentingan-kepentingan jangka pendek; (2) Melakukan diversifikasi energi; (3) Membangun infrastruktur energi secara kokoh; (4) Memperbaiki sistem transportasi masal (termasuk konversi BBM ke BBG); (5) Meningkatkan lifting minyak (di sini harus disertai audit terhadap lifting minyak oleh auditor independent); (6) Melakukan audit efisiensi impor BBM dan hedging harga BBM; (7) melakukan real-time monitoring terhadap lifting minyak nasional; (8) melakukan upaya serius untuk mengolah minyak bagian pemerintah di kilang-kilang dalam negeri; (9) Membuat target yang jelas dalam pembangunan kilang dan SPBU baru; (10) Memperbaiki kinerja BUMN energi; (11) Pemerintah perlu mendorong Pertamina dan PLN untuk memanfaatkan fasilitas hedging agar mendapatkan tingkat harga yang fixed; dan (12) Meningkatkan lifting minyak bumi dengan mengoptimalkan reserve proven minyak bumi nasional melalui kegiatan eksplorasi disektor hulu.

Sumber : http://www.kabarpks.com/2013/05/inilah-alasan-pks-menolak-kenaikan.html

Baca Juga :
Daftar Harga BBM Dunia: Indonesia Lebih Mahal Ketimbang Amerika ==> http://jaringanantikorupsi.blogspot.com/2013/05/medianusantara-inilah-daftar-harga-bbm.html

BBM dan Proses yang Destruktif ==> http://jaringanantikorupsi.blogspot.com/2013/05/medianusantara-bbm-dan-proses-yang.html

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
.

__,_._,___

[Media_Nusantara] Acara Grebek Pancasila di Blitar - Juni 2013

 

http://www.bharatanews.com/berita-5263-grebek-pancasila-di-blitar.html
Grebek Pancasila di Blitar

BLITAR-JATIM (bharatanews): Sebagian besar masyarakat Kabupaten dan Kota Blitar, Jawa Timur (Jatim), setiap Juni secara rutin menggelar rangkaian kegiatan peringatan Hari Pancasila dan Bulan Kebangsaan, atau lebih populernya disebut Grebek Pancasila.

Tahun ini agendanya sedikit berbeda dari sebelumnya, yakni sarasehan kerakyatan dengan melibatkan Agus Condro Prayitno, mantan politisi PDI Perjuangan sekaligus pengungkap kasus suap cek pelawat 20 anggota DPR-RI pada pemilihan Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI) pada 2004.

Menurut koordinator sarasehan, Eko dan Kus Bachrul, agenda bertajuk"Refleksi Pancasila, Kapankah Kita Bisa Bebas Dari Penjajahan Para Koruptor, Jika Otak dan Aktor Intelektual Para Koruptor Terorganisir Tidak Ditangkap?"  akan di gelar pada 2 Juni 2013. Sangat diharapkan sarasehan kerakyatan ini mendapat perhatian banyak pihak, bukan saja masyarakat Blitar tapi juga daerah lainnya.

"Acara ini diprakasai komunitas Tokoh Nasional Jawa Timur. Setiap Juni kami rutin menggelar kegiatan ini, untuk terus memperkokoh rasa nasionalisme dan kebangsaan yang berpalsafah Pancasila," papar Eko ketika dihubungi Bharatanews, hari ini.

Selain agenda tersebut, lanjut dia, pihaknya juga menyelenggarakan temu mahasiswa dari seluruh Indonesia sejak 1 hingga 6 Juni 2013. Banyak kegiatan yang akan mewarnai pertemuan generasi muda bangsa ini.

Dipilihnya Agus Condro Prayitno sebagai pembicara, mengingat mantan terpidana 1 tahun 3 bulan dalam kasus cek pelawat DPR-RI itu, merupakan saksi mata yang juga sosok pelaku sekaligus pelapor tindak pidana korupsi tersebut (justice collaborator).

Seperti diketahui, selama Juni banyak masyarakat menyebutnya sebagai bulan Bung Karno, karena ada beberapa momentum penting yang berkaitan dengan tokoh proklamator RI tersebut, yakni pada 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila, dan 20 Juni peringatan wafatnya Bung Karno. (sin)

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
.

__,_._,___

[Media_Nusantara] WORKSHOP CSR & STRATEGI PENCITRAAN PUBLIK DI MEDIA SOSIAL DAN CYBER PR & MEDIA S

 

Perihal : Undangan Training / Workshop
1. Workshop CSR & Strategi Pencitraan Publik Di Media Sosial
Jadwal : Kamis – Jum'at, 27 – 28 Juni 2013

2. Workshop CYBER PR & Media Sosial (Strategi & Implementasi)
Jadwal : Kamis – Jum'at, 4 – 5 Juli 2013

Informasi & brosur program di http://prakarsamedia.com.

Dengan hormat,

Workshop CSR & Strategi Pencitraan Publik Di Media Sosial, CSR sebagai bagian
dari pertanggungjawaban social profitable company kepada stakeholder eksternal
perlu di manajemen dengan baik dan benar, sehingga dihasilkan dampak yang
meningkatkan branding maupun positioning perusahaan, bukan sekedar Charity
Program perusahaan. Selain itu, manajemen CSR juga harus mampu memberikan dampak
positip terhadap stakeholder internal, dimana CSR harus sesuai dengan value
chain operasional perusahaan & memberikan dampak positif serta menjadi "alat
marketing yang powerfull" bagi perusahaan dimasa mendatang.

Benarkah media sosial mampu menaikan atau menjatuhkan pencitraan suatu lembaga ?
Benarkah kemenangan sebuah instansi/perusahaan ditentukan oleh pendukungnya yang
melakukan pencitraan di berbagai media sosial ? Penguasaan atas arus informasi
publik kerap terbukti menjadi alat yang ampuh untuk membentuk opini masyarakat
yang pada gilirannya memberikan nilai positif. Keunggulan pelayanan, produk dan
jasa tidak lagi menjadi satu satunya senjata untuk memenangkan persaingan pasar
dan menjadi top of mind. Arus informasi yang semakin mudah diakses melalui media
sosial, memberi kontribusi atas kesalahpahaman informasi ke publik dan berakibat
terjadinya penurunan citra terhadap instansi/perusahaan tsb.

Workshop CYBER PR & Media Sosial (Strategi & Implementasi), Media sosial
(Facebook, Twitter, Youtube, Millis, dll) adalah sarana yang membuka peluang
suatu kelompok masyarakat sipil dan ruang publik yang saling menguatkan
terhubung & berkomunikasi secara mudah dan "bersatu" membangkitkan "kesadaran
bersama" untuk melakukan gerakan massa tanpa harus membentuk organisasi formal,
melalui tulisan, gambar, audio dan video. Daya jangkaunya yang mendunia, tanpa
batas ruang dan waktu, telah menjadi media aktifitas sosial global yang
menimbulkan perubahan pada tatanan infrastruktur sosial. Di era ini, peran
individu bukan lagi objek pihak lain (media/institusi), tapi telah berubah
menjadi subjek yang mempengaruhi opini publik. Dengan pola distribusi one to
many, serta kemandirian menentukan agenda setting, membuat peran mereka menjadi
sangat kuat (powerfull).

Citra publik berkaitan dengan usaha organisasi untuk mengelola dan melindungi
citra atau reputasi publiknya. Kita tidak dapat membangun brand sendirian,
melainkan membutuhkan banyak orang untuk bersama-sama membangun brand tersebut.
Dalam model masyarakat baru seperti itu, peran PR/Humas pun ikut berubah.
Tantangannya jauh lebih besar dan lebih kompleks, sehingga dibutuhkan strategi
PR/Humas yang berbeda dibanding era-era sebelumnya. Bagaimana PR/Humas mengelola
dan mengantisipasi gejolak perubahan ini ?

Karena itu, upaya untuk lebih meningkatkan kemampuan pada kedua bidang tersebut
diatas, kami mengundang Bapak/Ibu dan atau staf lain di lingkungan
instansi/perusahaan Bapak/Ibu untuk mengikuti 2 jenis training/workshop, dengan
jadwal sebagai berikut :

1. Workshop CSR & Strategi Pencitraan Publik Di Media Sosial
Jadwal : Hari Kamis – Jum'at / Tanggal 27 – 28 Juni 2013
Tempat : Hotel Grand Royal Panghegar, Jl. Merdeka 2 Bandung

2. Workshop CYBER PR & Media Sosial (Strategi & Implementasi)
Jadwal : Hari Kamis – Jum'at / Tanggal 4 – 5 Juli 2013
Tempat : Hotel Grand Preanger, Jl. Asia Afrika 81 Bandung

Investasi: Rp. 2.900.000,- nett/orang
(tanpa penginapan/kamar hotel)
Investasi: Rp. 3.500.000,- nett/orang
(termasuk penginapan/kamar hotel, untuk 1 malam)

Waktu : 09.00 – 16.00 WIB

Demikian surat undangan ini kami sampaikan. Informasi dan brosur program
terlampir. pendaftaran lewat online bisa diakses di http://prakarsamedia.com.
Atas perhatian Bapak/Ibu kami haturkan banyak terima kasih.

Hormat Kami,

PT. Prakarsa Media Utama

Direktur

Zulhijri Harun

==================================================================

WORKSHOP CSR & STRATEGI PENCITRAAN PUBLIK DI MEDIA SOSIAL
Peran PR/Humas Instansi/Perusahaan dalam Membangun Citra melalui Program CSR

Jadwal : Kamis – Jum'at, 27 – 28 Juni 2013
Hotel Grand Royal Panghegar Jl. Merdeka 2 Bandung

TUJUAN WORKSHOP
Setelah mengikuti workshop ini, peserta diharapkan mampu :

• Menyusun rencana, pelaksanaan, monitoring & evaluasi program
• Membuat laporan CSR yang Sustainable Development
• Mengimplementasikan Proyek-Proyek "COMDEV-CSR"
• Mengaplikasikan Corporate Reputation Management
• Melakukan lobi & negosiasi dengan pihak internal/ekternal secara professional
• Mempunyai ketrampilan berkomunikasi dan menyelesaikan konflik kepentingan
dengan berbagai pihak

• Menganalisis kekuatan media sosial untuk pencitraan publik
• Strategi menumbuhkan kepercayaan publik di media sosial
• Strategi menyelesaikan krisis komunikasi di media sosial
• Membangun citra instansi/ perusahaan secara berkelanjutan
• Meraih keuntungan perusahaan/lembaga melalui media sosial
• Membangun Government Relations untuk mendukung keberlangsungan perusahaan
/instansi

MATERI PROGRAM

1. Pengembangan & Pelaksanaan Program CSR
• Manajemen CSR, Konsep Comdev & charity program
• Pengembangan konsep CSR ke Customer Social Mangement
• Perencanaan, Pelaksanaan, evaluasi, pelaporan program
• Komunikasi CSR, kerjasama media & Strategi upgrading
• Stakeholder Satisfaction dan pengembangannya

2. Performance Measurement (Pengukuran Kinerja) CSR
• Pengukuran Kinerja: indicator program & tujuan strategis, metode, analisis
data dan interpretasi hasil
• CSR Budgeting & Menghitung Hasil Investasi CSR
• Hubungan CSR dengan Good Corporate Government
• Peran penting & Fungsi Utama Government Relations
• Studi kasus : keberhasilan dan kegagagalan program CSR

3. Fenomena Media Sosial & Komunitas Sosial Online
• Fenomena & kecenderungan aktifitas pengguna internet
• Komunitas sosial online (media sosial) dan kekuatannya
• Strategi berkomunikasi yang efektif di media sosial
• Urgensi komunikasi media sosial dalam tingkat kepercayaan perusahaan/lembaga

4. Strategi & Implementasi Pencitraan Publik di Media Sosial
• Memilih platform social media untuk perusahaan/instansi
• Social media menjadi PR/Humas untuk pencitraan publik
• Mengatasi krisis kepercayaan & stategi memulihkan di media sosial
• Meningkatkan citra dan meraih rekomendasi positif di media sosial
• Membawa brand menjadi kekuatan pada pasar potensial

==================================================================

WORKSHOP CYBER PR & MEDIA SOSIAL (STRATEGI & IMPLEMENTASI)

Jadwal : Kamis – Jum'at, 4 – 5 Juli 2013
Hotel Grand Preanger Jl. Asia Afrika 81 Bandung

TUJUAN WORKSHOP
Setelah mengikuti workshop ini, peserta diharapkan mampu ;

• Memahami perilaku sosial dunia cyber PR
• Mampu membangun opini, citra & merek melalui saluran media sosial online
• Mampu mengantisipasi secara cerdas, opini negatif dari saluran media online
• Mampu melihat indikator citra & merek perusahan/lembaga secara berkala.
• Mampu membina komunikasi di media sosial

MATERI PROGRAM

1. Strategi Membangun Cyber PR
• Fenomena & kecenderungan aktifitas pengguna internet
• Mengenal & Memahami aktifitas komunitas sosial online (Media Sosial)
kekuatannya
• Strategi berkomunikasi di media sosial
• Teknik dan strategi mengontrol informasi di media sosial
• Urgensi komunikasi media sosial dalam tingkat kepercayaan perusahaan/lembaga

2. Strategi & Implementasi Pencitraan Publik Cyber PR
• Memilih platform social media yang cocok yang sesuai dengan usaha anda.
• Social media bisa menjadi PR anda untuk membangun kepercayaan publik
• Membawa brand anda untuk menjadi kekuatan anda pada pasar potensial anda
• Mengatasi krisis kepercayaan & strategi menyelesaikan krisis di media sosial
• Meningkatkan citra dan meraih rekomendasi positif di media sosial

3. The Power of Online Video
• Analisa internal (web internal & manajemen) & Indikator citra
• Mengenal, mempertegas dan mengingatkan merek, opini & citra perusahaan melalui
video

4. The Power of Facebook
• Mengenal karakter, ciri & sifat pengguna facebook
• SOP Redaksi Online (etika, kebijakan & relasi)
• Praktek penulisan: Fitur Notes, Fans Page dan uji tanggap komentar publik
• PR vs Individu & management crisis (merek/citra)

==================================================================

PESERTA YANG DISARANKAN
Workshop ini terbuka untuk umum, dari berbagai latar belakang profesi dan
disiplin ilmu, lebih khusus lagi :

• Divisi/bagian yang merancang dan melaksanakan program CSR & Pengembangan
COMDEV serta Dinas/instansi yang menjadi mitra dalam pelaksanaan program CSR
perusahaan
• Pimpinan, Manager dan staf (dari berbagai unit/divisi/ bagian) yang
menjalankan fungsi PR/Humas dan yang berhubungan dengan media.
• Humas, PR, TU Pimpinan, Protokoler, Manager/staf SDM/Kepegawaian, Staff CSR &
Comdev, Corp. Comm & Secretary, Marketing, Akademisi, Peneliti, LSM, dll.

METODE
Presentasi, Diskusi, Brainstorming, Case Study, Evaluasi

PERALATAN YANG DIBAWA PESERTA
Setiap peserta wajib membawa Laptop/netbook yang bisa terkoneksi dengan
internet/wifi. Bagi yang tidak bisa membawa, mohon konfirmasikan dengan panitia.

INVESTASI

• Investasi : Rp. 2.900.000,- nett/orang (tanpa penginapan/kamar hotel)
• Investasi : Rp. 3.500.000,- nett/orang (termasuk penginapan/kamar hotel, untuk
1 malam)
Fasilitas : modul, sertifikat, coffee break & lunch.

INFORMASI PROGRAM & PENDAFTARAN

PT. Prakarsa Media Utama
Komplek Griya Bandung Indah (GBI)
Jl. Permata Alam VIII Blok E-I No. 18 Bandung 40287
Telp : (022) 7532876 Fax : (022) 7537897
Hp : 081-221-95135 / 0878-219-66661
Website: www.prakarsamedia.com
E-mail: info@...

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
.

__,_._,___

[Media_Nusantara] Tanggapan Atas TPA (Test Potensi Akademik) Untuk Anak SD & SMP di Surabaya

 

Kepada

Yth.Ibu Walikota Surabaya

Jl. Taman Surya

Surabaya

 

Dengan hormat,

Menyimak berita dibeberapa media cetak, Bhirawa, JawaPos, Surya pada tanggal 28 Mei 2013, tentang Penerimaan Siswa Baru Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) tahun 2013, ada beberapa hal yang sangat dibanggakan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya dan Penanggungjawab Tes Potensi Akademik (TPA) dari Fakultas Psikologi Unair.


Kami  melihat hal yang lain pada rencana pelaksanaan Tes Potensi Akademik tahun 2013 ini.


1.       Dikatakan, bahwa dengan TPA ini, maka akan dapat diketahui kemampuan anak dalam menerima pelajaran, daya nalar anak, minat dan bakat anak dan lain sebagainya. Kami  sebagai masyarakat biasa, berpikir secara sederhana saja. Pada Sekolah Menengah Pertama, system belajar dan kurikulumnya adalah sama semua. Mata pelajaran pada kelas VII antara siswa yang satu dengan siswa yang  lain adalah sama. Sehingga untuk apa dilakukan penelusuran minat dan bakat anak melalui TPA, toh semua siswa akan menerima materi yang sama. Begitu juga pada kelas VIII dan IX. Hal yang sama berlaku juga pada Sekolah Menengah Atas, hanya berbeda dengan adanya penjurusan  IPA, IPS ataupun Bahasa. Penjurusan itupun berdasarkan prestasi siswa pada mata pelajaran pokok pada masing-masing jurusan. Untuk jurusan IPA, mahasiswa harus mempunyai nilai yang lebih pada mata pelajaran matematika, fisika, kimia dan biologi. Pemilihan jurusan bukan dilakukan berdasarkan hasil TPA.

 

2.       Materi pada  TPA  akan sangat berbeda dengan materi pelajaran  yang telah diterima oleh siswa. Pada kelas VI SD dan pada kelas IX SMP, siswa menerima materi pelajaran sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional. Pada saat mengikuti TPA, maka akan terjadi kebingungan pada siswa, karena tidak pernah mendapatkan materi seperti  yang  telah diungkapkan di surat kabar.

 

3.       Hasil penilaian pada saat siswa mengikuti  UN (Ujian Nasional)  telah mempunyais tandarisasi yang  jelas dan dapat diketahui oleh semua pihak, karena soal-soal  yang diberikan juga mempunyai tolok ukur  yang  jelas.  Pada TPA, soal-soal  yang diberikan hanya diketahui oleh pihak Psikologi Unair dan metode penilaiannya pun hanya diketahui oleh pihak Psikologi Unair.

 

4.       Bobot untuk  TPA  adalah  60% sedangkan bobot untuk  UN adalah  40%. Bagaimana hal ini bias terjadi?  Siswa dan guru yang  selama ini selalu bekerja keras agar mendapatkan nilai UN  yang tinggi, setelah itu dikalahkan oleh nilai TPA yang  tidak jelas metode penilaiannya.

 

Dari  uraian secara singkat dan sederhana  di atas yang dilakukan oleh masyarakat awam, tampak bahwa pelaksanaan TPA untuk seleksi masuk  SMP  dan  SMA tidak berdasar sama sekali, belum lagi apabila dikaitkan dengan Undang-undang Sistim Pendidikan Nasional.

Yang  harus diwaspadai dengan adanya rencana pemakaian TPA diatas adalah:

1.       Terdapat kemudahan terjadinya jual beli bangku pada sekolah-sekolah kawasan tersebut. Terjadi kemungkinan semakin marak adanya pungutan-pungutan liar yang dilakukan oleh oknum-oknum Dinas Pendidikan ataupun sekolah.

2.       Kemudahan bagi pihak Dinas Pendidikan untuk menerima titipan-titipan tanpa pungutan, yang  biasanya dilakukan oleh para pejabat pemerintah.

3.       Mohon diperhatikan juga adanya ikatan alumni antara Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya  dengan Fakultas Psikologi Unair. Hal ini akan memudahkan terjadinya kecurangan-kecurangan guna memuluskan keinginan pihak-pihak yang berkepentingan.

 

Demikianlah  surat  tanggapan  kami.

Surabaya, 29 Mei 2013

JARAK - Jaringan Anti Korupsi

 

Drs. M Eko

HP: 085851391999

Tembusan:

1.       Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur

2.       Kepala Kepolisian  Daerah Jawa Timur

3.       Komisi Pelayanan Publik Propinsi JawaTimur

4.       Inspektorat Pemerintah  Kota Surabaya

5.       Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
.

__,_._,___