Thursday, June 27, 2013

[Media_Nusantara] (OOT)(Event) MGTRADIO CAR FREE DAY WITH INDOVISION (Minggu, 30 Juni 2013)

Dear Moderator..
Numpang posting, semoga bermanfaat



Mau tambah seru Weekendnya? Datang aja ke MGTRADIO CAR FREE DAY WITH INDOVISION, Minggu, 30 Juni 2013, jam 6 – 10 pagi di Rogers CafĂ© and Lounge (Area Car Free Day Dago) Bandung. Ada Games Seru Berhadiah Menarik dari INDOVISION
 
Organized by MGTRADIO Hanya Memainkan LaGu Terbaik
 
Info kegiatan on air dan off air MGTRADIO lainnya, klik www.mgtradio.com
Klik & Like Fanpage MGTRADIO www.facebook.com/1011mgtradio
Follow @MGT_RADIO
Invite PIN MGTRADIO 2138AA45




[Media_Nusantara] Konflik Syiah Sampang diduga terkait kepentingan eksplorasi minyak dan gas ?

 

Konflik Syiah Sampang diduga terkait kepentingan eksplorasi minyak dan gas ?

[coba perhatikan di Peta, desa Karang Gayam Sampang (kampung syiah) masuk dalam Madura Onshore dan diduga ada area minyak dan gas di perkampungan Syiah tsb]

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jatim menyebutkan kawasan pulau madura dipenuhi oleh blok minyak dan gas. Sebagian besar operator dan kontraktor di Blok Madura adalah investor asing. Mulai dari Kodeco Energy Company Ltd, Santos Madura Offshore Pty Ltd , Australian Worldwide Exploration North Madura NZ Ltd.

Khusus Kodeco, perusahaan ini memiliki track-record kurang baik di Jawa Timur. Antara lain pendalaman pipa gas di dasar laut yang tidak sesuai Peraturan Dirjen Migas. Pipa yang seharusnya ditanam sedalam 19 meter, oleh Kodeco hanya dibenamkan sedalam 12 meter.

Direktur Eksekutif Walhi Jatim, Ony Mahardika mengatakan, blok madura itu, terbentang mulai dari Kabupaten Bangkalan hingga Sumenep. Pertamina sendiri saat ini mengoperasikan blok migas di West Madura Offshore yang terletak di 70 mil lepas pantai Kabupaten Sampang, Madura.

Blok migas di pulau Madura sejatinya mampu mensejahterakan masyarakat. Sebagai contoh Blok West Madura di utara Bangkalan, Madura. Blok ini, setiap harinya menghasilkan 14 ribu barel per-hari, atau senilai US$ 1,4 juta, belum ditambah gas alam sebanyak 113 juta kaki-kubik, dengan harga US$ 2,8 per-meter/kubik.

Terkait adanya dugaan kepentingan eksplorasi minyak dan gas yang berujung pada konflik Syiah, menurut Ony, tidak menutup hal itu terjadi. Hanya saja, diperlukan pembuktian lebih lanjut, apakah memang ada area minyak dan gas di perkampungan Syiah.

" Konspirasi kepentingan minyak dan gas dalam kasus blok Madura tetap ada. Namun semuanya perlu pembuktian lebih lanjut," ujar Ony, Rabu (5/12).

Sementara itu, pihak geologi dan ESDM Pemprov Jatim saat ini masih melakukan penelitian terhadap semburan api di SDN Angsokah III, Sampang. Kepala Seksi Geologi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sampang M Suaidi A mengatakan, setidaknya diperlukan waktu seminggu untuk bisa menjawab, apakah ada kandungan minyak dan gas di semburan api tersebut atau tidak.

" Nanti kalau sudah ada hasil penelitiannya, akan saya sampaikan lebih lanjut," terang Suaidi.

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (2)
Recent Activity:
.

__,_._,___

[Media_Nusantara] Konflik Syiah Sampang diduga terkait kepentingan eksplorasi minyak dan gas ?

 

Konflik Syiah Sampang diduga terkait kepentingan eksplorasi minyak dan gas ?


Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jatim menyebutkan kawasan pulau madura dipenuhi oleh blok minyak dan gas. Sebagian besar operator dan kontraktor di Blok Madura adalah investor asing. Mulai dari Kodeco Energy Company Ltd, Santos Madura Offshore Pty Ltd , Australian Worldwide Exploration North Madura NZ Ltd.

Khusus Kodeco, perusahaan ini memiliki track-record kurang baik di Jawa Timur. Antara lain pendalaman pipa gas di dasar laut yang tidak sesuai Peraturan Dirjen Migas. Pipa yang seharusnya ditanam sedalam 19 meter, oleh Kodeco hanya dibenamkan sedalam 12 meter.

Direktur Eksekutif Walhi Jatim, Ony Mahardika mengatakan, blok madura itu, terbentang mulai dari Kabupaten Bangkalan hingga Sumenep. Pertamina sendiri saat ini mengoperasikan blok migas di West Madura Offshore yang terletak di 70 mil lepas pantai Kabupaten Sampang, Madura.

Blok migas di pulau Madura sejatinya mampu mensejahterakan masyarakat. Sebagai contoh Blok West Madura di utara Bangkalan, Madura. Blok ini, setiap harinya menghasilkan 14 ribu barel per-hari, atau senilai US$ 1,4 juta, belum ditambah gas alam sebanyak 113 juta kaki-kubik, dengan harga US$ 2,8 per-meter/kubik.

Terkait adanya dugaan kepentingan eksplorasi minyak dan gas yang berujung pada konflik Syiah, menurut Ony, tidak menutup hal itu terjadi. Hanya saja, diperlukan pembuktian lebih lanjut, apakah memang ada area minyak dan gas di perkampungan Syiah.

" Konspirasi kepentingan minyak dan gas dalam kasus blok Madura tetap ada. Namun semuanya perlu pembuktian lebih lanjut," ujar Ony, Rabu (5/12).

Sementara itu, pihak geologi dan ESDM Pemprov Jatim saat ini masih melakukan penelitian terhadap semburan api di SDN Angsokah III, Sampang. Kepala Seksi Geologi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sampang M Suaidi A mengatakan, setidaknya diperlukan waktu seminggu untuk bisa menjawab, apakah ada kandungan minyak dan gas di semburan api tersebut atau tidak.

" Nanti kalau sudah ada hasil penelitiannya, akan saya sampaikan lebih lanjut," terang Suaidi.

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
.

__,_._,___

[Media_Nusantara] Release Media: Peduli Sungai Bersama Pemuda-Pemudi Asia Tenggara

 

Peduli Sungai Bersama Pemuda-Pemudi Asia Tenggara

 

 

[Bogor, 27 Juni 2013] Kerusakan lingkungan dari waktu ke waktu makin masif. Di Jawa Barat sendiri, sebagian besar hutan lindung penyangga daerah aliran sungai telah rusak parah. Penyebabnya adalah tekanan penduduk serta inkonsistensi penataan ruang wilayah oleh pemerintah di kawasan tersebut. Seperti yang terjadi di hulu Cisadane, 70% wilayah digunakan oleh perkebunan swasta, pertambangan dan badan pemerintah. Kondisi tesebut berakibat pada hilangnya sumber penghidupan masyarakat dari pertanian, berkurangnya keanekaragaman hayati, hingga kerusakan sungai akibat berkurangnya daerah resapan air.

 

Tak hanya di hulu, di wilayah hilir Jakarta, masyarakat kampung di wilayah pesisir Jakarta mengalami banjir, baik di musim hujan maupun saat rob. Hal ini terjadi karena beralihnya hutan mangrove teluk Jakarta menjadi real estate. Begitu juga Orang Rimba di pedalaman hutan Bukit Duabelas Jambi, yang dipaksa terus menyingkir karena meluasnya area perkebunan kelapa sawit. Hal ini juga berdampak pada tercemarnya air Sungai Makekal karena bahan kimia dari perkebunan sawit.

 

Anak-anak adalah salah satu kelompok yang rentan atas kerusakan lingkungan, perubahan lingkungan dan dampak polusi karena sedang dalam masa pertumbuhan. Sayangnya, mereka belum menjadi fokus utama dalam berbagai pembahasan tentang dampak kerusakan lingkungan. Mereka juga belum mendapatkan ruang untuk mengekspresikan diri dalam upaya pelestarian lingkungan maupun informasi tentang dampak kerusakan lingkungan.

 

Kampanye “Sungai Kami Hidup Kami” (Our Rivers Our Life/OROL) yang digagas oleh 7 negara Asia Tenggara merekomendasikan untuk memastikan anak memiliki hak untuk menikmati lingkungan yang bersih dan aman. Pembangunan harus menghormati keseimbangan lingkungan, ekonomi, sosial dan well-being atau kesejahteraan. Berbagai komunitas termasuk kelompok anak/pemuda telah berupaya untuk mengembalikan kelestarian sungai dan keanekaragaman hayati, misalnya dengan membuat pembibitan tanaman lokal seperti berbagai varietas bambu dan buah-buahan lokal, biomonitoring sungai, pemetaan partisipatif dan pengelolaan sampah.  Seluruh kegiatan tersebut merupakan upaya perencanaan wilayah yang berbasis komunitas.

 

Bersama dengan berbagai organisasi yang peduli akan kelestarian lingkungan, khususnya sungai, Kampanye OROL akan mengadakan rangkaian kegiatan “One-stop South East Asia Youth River Tour: From Indonesia for Ecological Child’s Rights” untuk memberikan pemahaman bahwa kerusakan sungai merupakan representasi dampak buruk dari pembangunan yang tidak sesuai dengan kondisi wilayah, sehingga anak-anak yang menjadi korban dari degradasi lingkungan.

 

Puncak kegiatan akan dilaksanakan pada 30 Juni 2013 di Lapangan Kampus IPB Baranangsiang. Kegiatan ini akan diikuti oleh sekitar 500 orang yang terdiri dari anak-anak muda, pelajar, guru, masyarakat, pemerintah daerah, anggota Our Rivers Our Life Campaign dari regional Asia Tenggara (Indonesia, Filipina, Thailand, Myanmar, Laos, Kamboja dan Vietnam) serta Kelompok anak dan pemuda dari berbagai wilayah di Indonesia dan Asia Tenggara.

 

Pada Sabtu 29 Juni 2013 nanti, akan ada Aksi Mulung di Sungai Ciliwung wilayah Sempur bersama komunitas dan masyarakat umum. Pada Minggu pagi (30 Juni 2013) di acara Car Free Day Bogor akan diadakan flash mob bersama ratusan anak muda dari wilayah Bogor. Juga ada NGOBRAS, Ngobrol Bareng tentang Daerah Aliran Sungai bersama H. Chaerudin (Babe Idin) yang merupakan tokoh masyarakat yang fokus di pelestarian sungai di Jakarta, Kepala Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Citarum Ciliwung, psikolog dan perwakilan anak.

 

Acara juga akan menampilkan foto-foto pemenang Kontes Esai Foto dan Pemutaran Film bertemakan “Sungaiku dari Hulu ke Hilir”. Ekspresi kepedulian anak-anak muda terhadap kelestarian sungainya, juga akan ditampilkan dalam berbagai karya seni dan pertunjukan. Sebagai ruang interaksi dan partisipasi, pengunjung dapat mengikuti berbagai coaching clinic. [ ]

 

-----------------------------------------------------------------

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi

Mardha Tillah, Manajer Kampanye RMI dan Koordinator Kegiatan

081316367600

Rani Muzaeni, Publikasi

085779767108

 

Catatan untuk Editor:

Kegiatan ini diselenggarakan oleh RMI, Terre des Hommes Germany, Transformasi Hijau, South to South Film Festival, Green Camp, EOS Consultant, HUMA, KEHATI, BPDAS Citarum Ciliwung, dan relawan dari berbagai wilayah Bogor dan Jakarta.

 

Kampanye Our Rivers Our Live (OROL) adalah kampanye sungai regional Asia Tenggara yang terdiri dari Indonesia, Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, Myanmar dan Filipina. Kampanye OROL bertujuan untuk melestarikan sungai dan keanekaragaman hayati khususnya untuk kepentingan kehidupan anak dan pemuda sebagai generasi penerus.

--------------------------------

 

 

Luluk Uliyah

Knowledge and Media Manager

Epistema Institute

Jl. Jati Mulya IV No.23, Jakarta 12540

HP. 0815 9480246

www.epistema.or.id

fb: Epistema Inst | t: @yayasanepistema

“Belajar dan Berbagi untuk Keadilan Eko-Sosial”

 

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
.

__,_._,___

[Media_Nusantara] (OOT)(Talkshow) TUNAS DAIHATSU (Jum'at, 28 Juni 2013)

Dear Moderator..
Numpang posting, semoga bermanfaat




Listeners.. Ayo ikutan program – program seru dari TUNAS DAIHATSU (Depan Metro Margahayu) :
 
·        BELI DAIHATSU GRATIS (1 Mei s/d 31 Juli 2013).
·        TAJIL berbuka puasa untuk customer (selama Ramadhan).
·        SHOWROOM EVENT di TUNAS DAIHATSU Soekarno Hatta Metro (13 Juli 2013).
 
Info lebih lengkap, simak OBROLAN SERU BERSAMA TUNAS DAIHATSU, Jum'at, 28 Juni 2013, jam 4 sore di 101.1 MGTRADIO Hanya Memainkan LaGu Terbaik
 
 
Info kegiatan on air dan off air MGTRADIO lainnya, klik www.mgtradio.com
Klik & Like Fanpage MGTRADIO www.facebook.com/1011mgtradio
Follow @MGT_RADIO
Invite PIN MGTRADIO 2138AA45




[Media_Nusantara] "PENGEMPLANGAN PAJAK TRILIUNAN OLEH SUGAR GROUP & GUNAWAN JUSUF"

 

"PENGEMPLANGAN PAJAK TRILIUNAN OLEH SUGAR GROUP & GUNAWAN JUSUF"

BY TrioMacan2000

Ada 2 orang dekat SBY yg namanya mirip. Sama2 Jusuf Gunawan. 1. stafsus Presiden (jusuf gunawan wangkar - mafia pangan) 2. jusuf gunawan, Jusuf Gunawan (tdk pakai wangkar) adalah bos Sugar Grup yg kemplang pajak 2012-13 sebesar lebih 2 Triliun. Jusuf Gunawan (Sugar Grup) ini ngemplang pajak dgn modus memalsukan jumlah lahan perkebunan tebu yg dia miliki, Jika ditotal sejak tahun 2004, pajak yg digelapkan Jusuf Gunawan Sugar Grup lebih dari 20 Triliun.

Bupati Tulang Bawang Lampung pernah adukan perihal penggelapan pajak Sugar Grup Jusuf Gunawan sohib Presiden @SBYudhoyono ini ke DPR. Pada tanggal 11 Mei 2011 Komisi II DPR pernah lakukan RDPU bahas penipuan, pemalsuan, penggelapan pajak Sugar Grup ini. Komisi II DPR juga membahas penyerobotan lahan masyarakat di 4 Kecamatan di Kab Tulang Bawang, Lampung oleh Sugar Grup Company. Kom II DPR menemukan fakta2 bahw SGC telah dengan tanpa hak telah serobot tanah milik warga di 4 kecamatan, utk dijadikan perkebunan tebu. Kom II DPR juga menemukan fakta2 bahwa salah 1 perusahaan SGC yakni PT. PT. Garuda Panca Artha memalsukan luas lahan perkebunannya. Luas lahan PT. GPA itu berbeda dgn luas lahan berdasarkan izin usaha Bupati Tulang Bawang yg diterbitkan pada thn 2004. Sesuai Surat BPN Kab Tulang Bawang tgl 8 Maret 2007 total luas HGU Sugar Grup hanya 86.455,99 hektar.

Kantor Pelayanan Pajak Kotabumi Lampung Utara menunjukan bukti bahwa Sugar Grup Company (SGC) harus bayar pajak atas 105.091 hektar. Selain itu PT. GPA salah satu anak SGC juga ajukan izin usaha perkebunan baru 30.000 hektar ke Bupati Lampung Utara. Namun sesuai data Kab Tulang Bawang, luas lahan PT. GPA yg masuk dlm wilayah Kab Tulang Bawang adalah 124.092,80 hektar. Bupati Tulang Bawang dan BPN menemukan pemalsuan data luas lahanyg dilakukan oleh PT. GPA (SGC) seluas 124.092 - 86.455 = 37.637 hektar

Feb 2005 pecah konflik berdarah antara rakyat dgn pihak SGC. Sejumlah warga tewas terbunuh. Polisi yg usut tdk jelas penyelesaiannya. Komisi II DPR dan BPN Mei 2011 janji akan lakukan gelar perkara dan lakukan pengukuran ulang, tapi s/d saat ini tidak pernah terwujud. Perbedaan luas lahan perkebunan yg terjadi pada SGC ini sangat mempengaruhi pendapatan negara berdasarkan PPN, PPh, PBB, BPHTB, dll. Kewajiban pajak tersebut secara rinci dapat disebutkan sbb : PPN atas Gula Pasir dan Mosales pada PT. Garuda Panca Artha. PPN atas Gula Pasir dan Mosales pada PT. Garuda Putih Mataram, PPN atas Ethanol PT. Indo Lampung. PPh pada PT. SIL, GPA, GPM, ILD dst. Termasuk pajak PBB, BPHTB, Restribusi Air Tanah dst. Total kewajiban pajak SGC yg tertunggak terhitung sejak 2004 = lebih 20 Triliun !!. Pihak2 yg diduga terlibat dan jadi otak penggelapan Pajak SGC ini adalah : Gunawan Jusuf (Jusuf Gunawan), Lee Couhault, Fauzi Toha, Heru Sapto Handoko, Mantan Kepala BPN Pusat Joyo Winoto dan para stafnya, Kepala BPN Lampung, Ka BPN Tulang Bawang dst. Berjamaah hehe. Menurut Surat Bupati Tulang Bawang tgl 29 Maret 2011, pajak terutang atas PT. Garuda Panca Artha saja, sebesar Rp. 6.961.152.000.000. Tunggakan pajak sebesar Rp. 6.961.152.000.000 (enam triliun sembilan ratus enam puluh satu milyar seratus lima puluh dua juta rupiah). Tunggakan pajak Rp. 6.9 triliun itu hanya dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) saja yg sebesar 10% dari total produksi gula PT. GPA. Sesuai laporan manajemen PT. GPA, produksi gula per hektare adalah 8.24 ton dgn total produksi 2001 - 2011 = 1.087.680 ton

Menurut Bupati Tulang Bawang Kewajiban Pajak Penghasilan (PPh) PT. GPA 2001 - 2011 adalah sebesar Rp. 9.712.414.368.000 (9.7 Triliun). Sehingga total PPN dan PPH PT. GPA sejak 2001-2011 adalah sebesar Rp. 16.673.566.368.000 (16.67 Triliun). Sedangkan PPN dan PPH dari anak SGC yg lain yaitu PT. Gula Putih Mataram adalah sebesar Rp. 3.048.259.368 dari luas lahan 24.147 hektar. Sehingga, khusus hanya untuk PPN dan PPh PT. GPA dan PT. GPM (keduanya anak SGC) pajak terutang ke negara adalah Rp. 19.721.826.274.368

Perhitungan Pajak PPN dan PPh oleh Bupati Tulang Bawang tsb masih didasarkan pada perhitungan harga rata2 gula pasir 2001-2011 oleh BPS. Harga rata2 BPS itu berdasarkan patokan harga pembelian gula petani sesuai SK Menteri Perdagangan. Bukan berdasarkan harga lelang pabrik. Jk didasarkan atas harga gula lelang pabrik, harga gula rielnya lebih tinggi dan tentu PPN dan PPh PT. GPA dan PT. GPM akan lebih besar. Meski Perhitungan Pajak Terutang (PPN dan PPh) dari Bupati Tulang Bawang itu adalah perhitungan yg terendah, SGC masih ada tunggakan

Selain perhitungan pajak PPN dan PPh oleh Bupati Tulang Bawang, Kepala BPN dan Pansus DPR RI juga menghitung tunggakan pajak SGC ini. Tunggakan Pajak PPN dan PPh oleh Bupati Tulang Bawang, BPN Lampung dan Pansus DPR masing2 berbeda karena perbedaan dasar perhitungan. Nanti akan kita bahas juga perhitungan tunggakan pajak SGC kepada negara sejak 2001 - 2011 yang dilakukan oleh BPN Lampung & Pansus DPR. Namun, berdasarkan perhitungan Bupati Tulang Bawang, BPN Lampung atau Pansus DPR, kesimpulannya sama : SGC telah menggelapkan pajak. Tunggakan Pajak (masih atas PPN dan PPh) oleh PT. GPA, GPM dll (Sugar Grup Company) ini jumlahnya TRILIUNAN RUPIAH.

Apakah Presiden @SBYudhoyono masih ngotot bela Gunawan Jusuf owner SGC yg juga sohibnya itu? Kita lihat saja nanti. Sekian. MERDEKA !

BACA JUGA:
- "KASUS KONFLIK TANAH PT. GARUDA PANCA ARTA" ==> http://chirpstory.com/li/15111
- "PENGEMPLANGAN PAJAK SEBESAR 2T OLEH SUGAR GROUP" ==> http://chirpstory.com/li/85706

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
.

__,_._,___

[Media_Nusantara] KASUS KORUPSI 'RECEH' Rp 40Milyar / TAHUN DI BULOG

 

KASUS KORUPSI 'RECEH' Rp 40Milyar / TAHUN DI BULOG

 BY TrioMacan2000

Sebentar lagi kita bongkar korupsi kecil2an di BULOG. Hanya merugikan negara 48 Milyar per tahun hehe

eng ing eeeng…lagi ttg korupsi di BULOG. BUMN pangan khususnya beras. Dari dulu mmg sarang korupsi. Semua lapisan & bidang korup. Skrg giliran Penyimpangan Pembayaran Distribusi Beras Dengan Tarip Jumbo Bag Kepada Rekanan di Lingkungan Perum Bulog

Perum Bulog bertugas menstabilkan harga dan stok beras dalam negeri untuk menjaga jumlah stok pangan nasional. Selain itu Perum Bulog juga mempunyai tugas untuk mendistribusikan (Movenas) stok tersebut ke seluruh nusantara dari tempat yang surplus. Seperti Jawa Timur dan Sulsel ke tempat-tempat lain yang minus. Pelaksanaan Movenas ini mencapai kurang lebih 1 juta ton per tahun. Semula sebelum Mustafa Abu Bakar menjabat Dirut BULOG, Movenas dilaksanakanm dgn menunjuk ke rekanan kerjanya (perusahaan swasta). Biasa disebut PJPT, dengan memberikan Fee Pelaksana sebesar 13% dari tarip All-in Door to Door yang telah ditentukan oleh Perum BULOG. Semasa Mustafa AbuBakar Dirut, pelaksanaan Movenas diperbaiki dari semula penunjukan kepada PJPT menjadi sistem Pelelangan Jasa Terbuka. Semua lelang dilaksanakan sesuai Kepres yg bertujuan utk efisiensi dan mengurangi korupsi kolusi nepotisme.

Setelah Pak Abu Bakar menjadi menBUMN dan Sutarto Ali Muso menjadi Dirut Perum Bulog s/d skrg , kegiatan pelaksanaan Movenas berubah. Sedikt demi sedikit dialihkan pelaksanaannya kepada UB Jasang oleh Direktur PP Perum Bulog Agusdin Fariedh. Menurut info dari internal Bulog, UB Jasang adalah Anak Perusahaan Perum Bulog, yang belum mempunyai Badan Usaha berbentuk Hukum. UB dipergunakan untuk menyamarkan penunjukan kepada PJPT pilihan Direktur PP Perum Bulog yaitu Indarto Wijaya. Pagar makan tanaman. Modus ini dilakukan oleh Direktur PP Agusdin Fariedh agar dapat menunjuk PJPT milik Indarto Wijaya melalui UB Jasang. Modus tipu2 hehe. Dgn bgtu pengembalian Fee (suap/gratifikasi) kepadanya dapat terlaksana. Maklum saja, sdg ada lomba siapa direksi terkorup di BULOG

Peluang dipecatnya Menteri Pertanian Suswono dan digantikan Sutarto Ali Muso, mimpi Direktur PP Fariedh jadi Dirut BULOG terbuka. Saat ini penunjukan Movenas melalui UB Jasang kian banyak (90% penunjukan ke UB Jasang : 10% Lelang). Dari 90% penunjukan tsb, 80% Dir-PP Agusdin Fariedh Perum Bulog menunjuk Indarto Wijaya sbg pelaksana. Selama ini penyimpangan penunjukan oleh Dir-PP Faiedh dilaporkan oleh PJPT lain ke pihak manajemen Perum Bulog. Kandas !. Akan tetapi GM UB Jasang selalu dijadikan korban oleh Dir-PP Fariedh. Dirut BULOG Soetarto percaya saja sm kibulan Faried. Konnco sih

Korupsi ini bisa disikat KPK - Komisi Pemberantasan Korupsi (kalau berani) mengingat harta haram Dir-PP Fariedh sudah triliunan. karyawan BULOG sdh laporkan korupsi ke Dewas Bulog, hasil sama saja : NOL BESAR. Pdhl ada sohib @Iskan_dahlan di Dewas Bulog. Selama korupsi Dir PP Faried ini tdk dihentikan, perampokan uang negara akan terus terjadi. Rumah & tanahnya kian tersebar di Nusantara

Mari kita hitung kerugian negara di BULOG. Ada pemalsuan BAP oleh PJPT Indarto Wijaya. Perum Bulog alami kerugian pembayaran. Dgn tarif jumbo bag yang tidak perlu, selisih tarip movenas tanpa Jumbo Bag adalah sekitar 20% dari tarip umum Rp.600.000/ton. Yaitu sekitar Rp.120.000/ton. Pengiriman dengan tarip jumbo bag dapat mencapai minimal 30.000 ton sebulan. Maka dapat dihitung kerugian negara atas penyimpangan pembayaran jasa movenas tiap bulannya adalah: 30.000 ton x Rp.120.000/ton = Rp. 3.600.000.000 sebulan, ekuivalen: Rp. 3.600.000.000/bulan x 12 bulan = Rp 43.200.000.000 setahun

Kerugian di atas ini hny meliputi kerugian kelebihan pembayaran dgn tarip jumbo bag saja. Msh banyak Korupsi yg lain di BULOG. Nanti satu per satu semua korupsi di BULOG akan kita bongkar. Kita lihat bgmn kesaktian Dirut BULOG Soetarto Alimoeso sohib SMA SBY

Apakah Soetarto AM, Agusdien Faridh cs ini lebih sakti ketimbang Hartati Murdaya yg sdh kita antar sama2 ke sel @KPK_RI ?.

Apakah temuan korupsi pengadaan beras impor min. US$ 113 x 4.25 juta = US$ 480.815.000 (Rp. 4 triliun) ini blm cukup gerakan @KPK_RI ?

Apakah @KPK_RI tahu bhw korupsi pengadaan beras impor bisa capai US$ 180 / metrics tonnya ? Atau Rp. 7.650.000.000.000.

Uang negara mn lg yg hendak kalian rampok? Atau hny sekedar patuh perintah menteri @iskan_dahlan atau Presiden SBYudhoyono

Sekian. Kita lanjutkan nanti tentang korupsi2 Bulog lainnya : Gudang, pemggilingan, pasar, raskin, dll

BACA JUGA:
- "DUGAAN KORUPSI BADAN USAHA LOGISTIK NEGARA (BULOG)" ==> http://chirpstory.com/li/15994
- "TERLIBATNYA STAFSUS SBY SEBAGAI 'OTAK' MEGA KORUPSI DI BULOG" ==> http://chirpstory.com/li/91066

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
.

__,_._,___