Tuesday, June 12, 2012

UAS Hari Ke-2 (13-06-12) : Makalah (Strategi Pemasaran Politik Alex Noerdin-Nono Sampomo Dalam Pilkada DKI Jakarta 2012

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Permasalahan politik dapat dikaji melalui berbagai macam pendekatan. Ia dapat dipelajari dari sudut kekuasaan, struktur politik, partisipasi politik, budaya politik, konstitusi, pendidikan dan sosialisasi politik, pemikiran politik, dan juga political marketing (pemasaran politik). Pemilihan terhadap pendekatan pemasaran politik antara lain didorong karena perkembangan demokrasi di Indonesia, terutama di tingkat lokal yang mengalami peningkatan yang cukup pesat. Hal ini dapat dilihat dari pemilihan  Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, baik Gubernur dan Wakil Gubernur maupun Bupati/Walikota dan Wakil Bupati/Walikota secara langsung oleh rakyat, yang merupakan perwujudan pengembalian hak-hak dasar rakyat dalam memilih pemimpin di daerah. Dengan itu rakyat memiliki kesempatan dan kedaulatan untuk menentukan pemimpin daerah secara langsung, bebas dan rahasia tanpa intervensi. 
Pemasaran politik adalah segala cara yang dipakai dalam kampanye politik untuk mempengaruhi pilihan para pemilih. Dimana cara yang digunakan akan membentuk suatu rangkaian makna politik secara otomatis didalam pikiran para pemilih dalam menjatuhkan pilihannya. Makna politis inilah yang menjadi output penting dari pemasaran politik yang akan menentukan, pihak mana yang akan dicoblos pemilih.
Selama ini penggunaan istilah marketing lebih dikenal dalam dunia bisnis, ilmu  marketing adalah sebuah displin ilmu yang menghubungkan produsen dengan konsumen. Hubungan dalam marketing tidak hanya terjadi satu arah melainkan dua arah sekaligus dan simultan. Produsen perlu memperkenalkan dan membawa produk serta jasa yang dihasilkan kepada konsumen. Semua usaha marketing dimaksudkan untuk meyakinkan konsumen bahwa produk yang ditawarkan memang memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan produk yang dijajakan pesaing. Dalam pemasaran politik, yang ditekankan adalah penggunaan pendekatan dan metode marketing untuk membantu politikus dan partai politik agar lebih efisien serta efektif dalam membantu hubungan dua arah dengan konstituen dan masyarakat.
Pemasaran politik memiliki peran untuk menentukan proses demokratisasi. Para anggota tim pemenangan mengarahkan kemampuan marketing mereka untuk merebut sebanyak mungkin konstituen dan berusaha menjual kandidat mereka dengan berbagai cara, yang seringkali kita rasakan tak ada bedanya dengan mengiklankan produk di media, mempromosikan outdor maupun indoor. Segala teknik dipakai agar rating kandidat mereka tinggi dan rakyat memilihnya di bilik-bilik suara. Selain itu, pemasaran politik dapat memperbaiki kualitas hubungan antara kontestan dengan pemilih. Pemilih adalah pihak yang harus dimengerti, dipahami dan dicarikan jalan pemecahan dari setiap permasalahan yang dihadapi. Pemasaran politik meletakkan bahwa pemilih adalah subjek, bukan sebagai objek manipulasi dan eksploitasi.
Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Langsung atau sering disebut Pilkada Langsung merupakan suatu kondisi yang memungkinkan proses pembelajaran politik bagi masyarakat, dan juga sebagai salah satu media bagi aktor-aktor politik untuk memainkan strategi pemasaran politik. Pilkada langsung pada dasarnya adalah mekanisme demokratis dalam rangka rekrutmen pemimpin di daerah, dimana rakyat diberikan hak dan kebebasan sepenuhnya untuk menentukan calon kepala daerah yang dianggap mampu menyuarakan aspirasinya. Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah secara langsung ini didasarkan pada landasan hukum yaitu Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan petunjuk pelaksanaannya tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 6 Tahun 2005 tentang Tata Cara Pemilihan, Pengesahan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Daerah.
Penerapan strategi pemasaran politik dalam pilkada dapat membantu kandidat kepala daerah dan masyarakat dalam menyukseskan pelaksanaan pilkada. Melalui pemasaran politik kandidat kepala daerah berusaha meyakinkan pemilih bahwa suatu kandidat layak untuk dipilih. Kandidat kepala daerah dan tim pemenangannya meyakinkan pemilih dengan menawarkan produk politik yang sesuai dengan keinginan para pemilih. Produk politik ini dapat berupa atribut kandidat seperti latar belakang kandidat, program kerja, ideologi, partai politik dan lain sebagainya. Dengan strategi political marketing ini kandidat kepala daerah dapat memasarkan ide dan gagasan politik secara maksimal kepada masyarakat untuk mendapatkan dukungan.
Bagi masyarakat sendiri, penerapan pemasaran politik dalam pilkada dapat membantu dan memudahkan masyarakat dalam mendapatkan informasi yang lebih luas tentang kehidupan politik. Dengan adanya persaingan antara kandidat kepala daerah, masing-masing kandidat mencoba bersaing untuk mempengaruhi opini publik. Ramai dan  intensnya aktivitas marketing membuat kandungan informasi yang disampaikan kepada publik juga semakin besar. Komunikasi massa yang dilakukan kandidat kepala daerah membuat masyarakat semakin mudah mendapatkan informasi dan data tentang semua hal, mulai dari hak dan kewajibannya sebagi warga negara, latar belakang kandidat kepala daerah, program kerja, isu-isu terkini sampai peraturan-peraturan yang terkait dengan kehidupan politik. Sehingga melalui pemasaran politik ini pemilih dapat merasa yakin bahwa kandidat kepala daerah yang akan dipilih benar-benar berkualitas dan mampu meyuarakan aspirasinya.
Pada saat ini ibukota negara kita Indonesia yaitu DKI Jakarta sedang bersiap-siap untuk melaksanakan perhelatan akbar lima tahun sekali tersebut, dan sangat menarik melihat pelaksanaan Pilkada di kota metropolitan kali ini, terutama dalam hal peta persaingan kandidat calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta. Terdapat enam pasangan calon yang akan siap bertarung dan meramaikan bursa menuju DKI 1. Salah satu hal yang menarik dari Pilkada DKI Jakarta tahun 2012 ini adalah dari keenam kandidat terdapat tiga pasang calon yang saat ini masih menjabat sebagai kepala daerah di daerahnya masing-masing, kemudian apabila dilihat dari jalur dukungan, terdapat dua pasangan dari jalur independen, dan empat pasangan jalur parpol. Dan berikut adalah keenam pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2012-2017 bedasarkan nomor urut dalam Pilkada DKI Jakarta 2012 :
  1. Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli (Partai Demokrat).
  2. Hendardji Supandji dan Achmad Riza Patria (Independen).
  3. Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (PDIP dan Gerindra).
  4. Hidayat Nurwahid dan Didik J Rachbini (PKS dan PAN).
  5. Faisal Basri dan Biem Benyamin (Independen).
  6. Alex Noerdin dan Nono Sampono (Golkar, PPP, dan PDS).

Dan sebutan "Star Wars" mungkin sangat pantas untuk disematkan pada Pilkada DKI Jakarta tahun 2012 ini, karena melihat semua kandidat diatas merupakan bintang-bintang dari panggung politik yang memang sudah mempunyai nama dan rekam jejak yang tidak perlu diragukan lagi. Keenam pasangan calon diatas siap beradu strategi marketing politik untuk mewujudkan mimpi menjadi orang nomor satu dan dua Ibukota.
Bedasarkan pemaparan yang telah penulis ungkapkan diatas, maka penulis ingin menulis sebuah makalah tentang “Strategi Pemasaran Politik Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta 2012-2017” dengan mengambil objek salah satu kandidat yaitu pasangan nomor urut enam Alex Noerdin-Nono Sampomo yang diusung oleh Golkar, PPP, dan PDS. Dan alasan penulis memilih pasangan Alek Noerdin-Nono Sampomo sebagai objek karena penulis melihat sepak terjang Alex Noerdin sejauh ini paling menggebrak diantar kelima pasangan lainnya, salah satunya adalah dengan mengusung dua slogan, yaitu “3 Tahun Bisa”, dan “Kalau Gagal, Kami Mundur”.

B. Rumusan Masalah
            Bedasarkan latar belakang, maka rumusan masalah dari makalah ini adalah :
  1. Bagaimanakah strategi pemasaran politik yang digunakan oleh pasangan Alex Noerdin-Nono Sampomo dalam Pilkada DKI Jakarta 2012.



BAB II
PEMBAHASAN

A. Menakar Peluang Pasangan Alex Noerdin-Nono Sampomo
Ketika pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono mendaftarkan diri di KPUD DKI Jakarta sebagai calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2012-2017 pada hari Minggu 18 Maret 2012 yang lalu, pasangan yang diusung oleh tiga partai sekaligus yakni Partai Golkar, PPP, dan PDS ini membuat banyak pihak terkejut. Selain karena sebagai calon dari parpol yang pertama mendaftar di KPUD, adalah calon wakilnya yaitu Nono Sampono yang sebelumnya juga sempat masuk kandidat calon gubernur yang lolos seleksi dari Partai Gerindra dan PDIP akhirnya memilih untuk bersanding dengan Alex Noerdin sebagai wakil.
Pada awalnya, pencalonan Alex Noerdin menjadi cagub DKI memang oleh banyak pihak diragukan. Sebab baru beberapa bulan menjelang pendaftaran dia baru menyatakan siap maju di Pilkada sehingga popularitasnya sebagai calon gubernur DKI Jakarta belum terlalu tinggi. Di sisi lain Partai Golkar sebagai pengusungnya pun belum cukup kursi untuk mencalonkan sendiri sehingga harus mencari mitra koalisi. Namun kesungguhan, kepiawaian, dan kapabelitas Alex Noerdin ternyata mampu memupus keraguan tersebut. Sosok ini akhirnya mampu memenangi persaingan internal Partai Golkar dan sukses menggandeng Nono Sampomo dengan tambahan partai koalisi PPP dan PDS.
Di tengah parpol lain masih sibuk otak-atik pasangan, Alex-Nono telah mendeklarasikan diri sebagai calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2012-2017, dan disaat parpol lain “ketar-ketir” menghadapi limitasi waktu akhir pendaftaran, pasangan parpol ini telah lebih awal mendaftar di KPUD. Sehingga tidak heran apabila kemudian sebuah keraguan itu akhirnya berbalik menjadi sebuah ketertarikan. Pasangan ini dinilai sebagai pasangan yang akan siap menggebrak Kota Jakarta melalui visi-misi dan rancangan program yang dibawanya. Dan juga pasangan ini disebut sebagai pasangan yang paling siap dan berpotensi untuk memenangi Pemilukada Jakarta 2012.
B. Strategi Pemasaran Politik Alex Noerdin-Nono Sampomo
Pemasaran politik berbeda dengan pemasaran komersial yang menjual partai atau kandidat kepada pemilih sebagai proses transaksional. Pemasaran politik disini merupakan konsep  yang menawarkan bagaimana sebuah partai politik atau kontestan bisa membuat program yang berhubungan dengan permasalahan aktual masyarakat, namun juga sesuai dengan visi misi, tujuan, dan platform partai. Pembahasan mengenai pemasaran politik Alex Noerdin-Nono Sampomo dalam bab ini, akan difokuskan pada tiga hal, yaitu:
  1. Strategic Political Marketing, merupakan proses penyusunan nilai-nilai inti yang sesuai dengan aspirasi para pemilih tertentu, namun juga sesuai dengan visi misi dan sumberdaya kontestan pemilu. Strategic political marketingterdiri dari tahapan
    • Segmentating : segmentasi dari agama Alex-Nono ingin merangkul semua kalangan, hal tersebut terlihat dari koalisinya yang merupakan dua partai berbasis agama terbesar di Indonesia PPP (Islam), dan PDS (Kristen). Segmentasi usia, Alex-Nono menggandeng anak muda, hal tersebut terlihat dari usaha Alex-Nono yang mencuri perhatian “The Jakmania” supurter klub sepakbola Persija Jakarta yang berisikan anak muda, Alex-Nono menjanjikan akan membangun stadium baru bagi mereka. Kemudian dari kelas sosial Alex-Nono merangkul wong cilik dengan rancangan program sekolah dan berobat gratis.
    • Targeting : Memang tidak semua segmentasi dapat dijadikan target, namun melihat secara keseluruhan, yang menjadi focus Alex-Nono adalah semua segmentasi diatas
    • Positioning : Alex-Nono berhasil memposisikan sebagai satu-satunya passangan yang berbeda dari sangan lainnya, salah satunya adalah menjadi pasangan yang mengusung nasionalis dan religious (islam-kristen)
  2. Political Product Mix, merupakan proses penyusunan produk politik yang akan disampaikan kepada media massa, influencer group, dan pemilih. Political Product Mix terdiri dari :
    • Policy : Kebijakan yang dibawa oleh Alex-Nono adalah sangat relevan dengan permasalahan yang dihadapi oleh warga kota Jakarta saat ini, melalui jargon “3 Tahun Bisa” Alex-Nono siap mengatasi Banjir dan Kemacetan yang telah menjadi problem kaota Jakarta dari dulu.
    • Person : kapasitas seorang Alex Noerdin memang tidak perlu diragukan lagi, kesuksesan dia dalam memimpin Sumatera Selatan menjadi sebuah bukti, dimana ia berhasil menjalankan program gratis sekolah dan berobat bagi masyarakat Sumsel.
    • Party : Selain didukung oleh tiga partai partai besar yaitu Golkar, PPP, dan PDS, Alex-Nono juga sempat menggandeng beberapa partai kecil lainnya untuk meminta dukungan, telihat di situs www.3tahunbisa.com terdapat 20 partai lain yang siap memberikan dukungan bagi Alex-Nono, diantanya ada PDK, PNDK, PBNU dan lainnya.
  3. Political Product Delivery, merupakan penentuan strategi dan media yang digunakan untuk menyampaikan produk politik kepada pasar pemilih yang terdiri dari media massa dan influencer groups sebagai pasar perantara dan pemilih sebagai pasar tujuan akhir. Strategi penyampaian produk politik terdiri dari :
    • Push Marketing : Dalam tahap ini Alex-Nono sering melakukan kampanye terbuka dengan menyampaikan visi-misi dan program dihadapan masyarakat ketika menghadiri berbagai macam undangan peringatan maulid nabi di beberapa kecamatan di Jakarta.
    • Pull Marketing : Dalam tahap ini Alex-Nono memanfaatkan peran dari media massa untuk membangun citra yang baik, yaitu dengan cara memberikan kesempatan bagi media massa untuk melakukan berbagai macam liputan ketika Alex-Nono melakukan berbagai macam kegiatan dan kunjungan, salah satunya ialah ketika mereka mengunjungi Pak Raden. Selain memanfaatkan peran media masa, Alex-Nono juga memanfaatkan kecanggihan teknologi yaitu dengan cara membuat beberapa website pemenangan dirinya, menurut pengamatan penulis terdapat dua website yang telah dibuat oleh tim sukses dari Alex-Nono yaitu www.3tahunbisa.com dan menujudki1.webs.com.
    • Pass Marketing : Sejauh ini pihak Alex-Nono telah mampu meraih berbagai macam dukungan yang datang dari influencer group, dari tokoh politik nasional ada Jusuf Kalla, Tri Sutrisno, Komaruddin Hidayat, dan beberapa tokoh lainnya. Sementara itu ada juga dari kalangan seniman dan pelawak betawi yaitu Bolot dan Mpok Nori.



BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
            Bedasarkan pembahasan pada Bab II diatas, maka penulis dapat simpulkan :
  • Alex-Nono menjadi kontestan yang paling berbeda diantar kontestan lainnya, hal tersebut terlihat dari ideology yang dibawanya yaitu Nasionalis dan Religius (Islam dan Kristen)
  • Alex-Nono menjadi kontestan yang paling banyak mendapatkan dukungan dari partai politik, terhitung ada 23 partai politik yang siap mendukungnya.
  • Alex-Nono berhasil merangkul influencer group  kelas atas, seperti Jusuf Kalla, dll.
  • Dengan slogan 3 tahun bisa, Alex-Nono siap untuk mengatasi permasalahan banjir dan kemacetan yan selama ini melanda kota Jakarta


B. Saran
  • Jika nanti terpilih harapannya Alex Noerdin mampu melanjutkan kesuksesannya memimpin Sumatera Selatan, yaitu merealisasikan program Sekolah dan Berobat gratis di Jakarta
  • Permasalahan yang sudah mendarah daging di kota Jakarta yakni banjir dan kemaceta semoga saja mampu dituntaskan oleh pasangan  Alex-Nono
  • Sesuai dengan janjinya 3 tahun bisa, dan apabila gagal mundur, maka apabila dalam 3 tahun tidak bisa merubah kota Jakarta dan mereka gagal merealisaikan programnya maka mereka dengan jantan harus membuktikan janjinya yaitu mundur


REFERENSI
Buku :
  • Budiadrjo,  Miriam, 2009, Dasar-dasar Ilmu Politik,PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. 
  • Firmanzah, 2007, Marketing Politik: Antara Pemahaman dan Realitas, Yayasan Obor, Jakarta.
  • Nursal, Adman, 2004, Political Marketing: Strategi Memenangkan Pemilu, Sebuah Pendekatan Baru Kampanye Pemilihan DPR, DPRD, Presiden, Gramedia, Jakarta.


Blog dan Website :
  • http://menuju-dki-1.webs.com
  • http://www.3tahunbisa.com
  • http://muslimpoliticians.blogspot.com/2012/05/profil-calon-gubernur-dan-wakil.html