Saturday, November 12, 2011

Pendekatan-Pendekatan Dalam Studi Pemerintahan Kota

Pendekatan Ilmu Politik
Jurgen Ruland melakukan kategorisasi dengan enam pendekatan besar dalam mempelajari pemerintahan kota: pendekatan legal kelembagaan (Legal institutional approach), pendekatan normative (normative approach), pendekatan model sirkular kausasion (model of the circular causation), pendekatan kekuasaan masyarakat (community power approach), pendekatan sistem terpenetrasi (penetrated system approach), dan pendekatan perbandingan (comparative approach)
Pendekatan Manajerial
Pendekatan manajerial dalam studi pemerintahan kota lebih memfokuskan bagaimana rancang bangun organisasi pemerintahan kota dalam menghadapi masalah-masalah perkotaan yang mendesak untuk dipecahkan. Pendekatan ini cenderung mengabaikan struktur organisasi formal yang diatur oleh undang-undang pemerintahan lokal dari masing-masing negara, dan lebih pada bagaimana peran dan fungsi yang dapat dimainkan oleh pemerintah kota sebagai salah satu aktor dalam pembangunan kota.
Pendekatan Ekonomi
Dalam pendekatan ekonomi ini, pemerintah kota dipandang sebagai salah satu aktor ekonomi, yaitu sebagai produsen barang dan jasa bagi masyarakat kota. Dari perkembangan ekonomi kontemporer dalam skala global, peran pemerintah kota sebagai aktor ekonomi berfungsi mendorong dinamika investasi asing dan pertumbuhan ekonomi nasional. Proses globalisasi ekonomi sebuah bangsa, khususnya bangsa Indonesia telah menyebabkan pergeseran peran pemerintah baik pemerintah di tingkat pusat maupun daerah dari peran-peran tradisional selama ini.
Pendekatan Lingkungan
Tema lingkungan yang digunakan mengacu kepada sumber dasar alami seperti air, tanah dan udara. Diskusi tentang lingkungan perkotaan mencakup dimensi yang lebih luas yakni dimensi sosial, politik dan ekonomi dari dampak proses urbanisasi yang cepat. Sebagai contoh adalah masalah tanah, yaitu bagaimana tanah diperoleh masyarakat dengan luas tertentu, oleh siapa dan bagaimana bentuk kepemilikannya.
Pendekatan Ruang atau Spasial
Aspek ruang (space) merupakan aspek yang lebih penting diperhatikan oleh perencana kota atau wilayah. Dalam khazanah ilmu administrasi  negara dan ilmu politik, analisis ruang dalam proses pembangunan sebagaimana yang dikemukakan oleh James J. Heaphey dilakukan dengan beberapa tema penting yang relevan yaitu:
  • Bagaimana sebuah negara harus disatukan secara spasial sembari tetap memberikan peluang untuk melakukan inovasi secara spasial pula 
  • Bagaimana budaya dan ruang dapat dipadukan dalam satu kesatuan; 
  • Bagaimana pembangunan ekonomi mempunyai aspek spasial dan implikasi dalam suatu negara yang sedang melaksanakan pembangunan; 
  • Bagaimana penempatan penduduk untuk mempengaruhi pembangunan; 
  • Bagaimana ideologi politik dan ruang berkaitan satu sama lain; dan 
  • Bagaimana dan apa pengaruh dari strategi sosial spasial yang dilakukan oleh elite politik tertentu.