Monday, July 8, 2013

[Media_Nusantara] DUGAAN SUAP DALAM PEMILIHAN DEPUTY GUBERNUR BI 2013-2018

 

DUGAAN SUAP DALAM PEMILIHAN DEPUTY GUBERNUR BI 2013-2018

BY @TrioMacan2000

Breaking News !!! …

Eng eng ing …. lagi - lagi … lagi .. lagi … kabar tak sedap datang dari senayan .. dari anggota DPR kita yang terhormat. Kabar tak sedap itu berasal dari komisi XI DPR RI yang baru saja selesaikan pemilihan Deputi Gubernur Bank Indonesia. Komisi XI DPR bbrp jam yg lalu memilih Hendar menjadi Deputi Gubernur BI periode 2013—2018 gantikan Muliaman D Hadad yg jadi Ketua OJK. Hendar, asisten Gubernur BI itu terpilih jadi Deputi Gub BI melalui voting setelah tidak ada kesepakatan antaranggota Komisi XI. Dari 48 Agta Kom XI : 24 suara memilih Hendar, 18 memilih Treesna W Suparyono, dan 5 suara memilih Mulya Siregar, 1 suara tidak sah. Celakanya, sumber kami yg dari 3 hari yang lalu mengintai para agta Kom XI menyebutkan bahwa bertaburan suap dalam pemilihan DG BI itu. Patut diduga dan jelas petunjuknya, 2 diantara 3 calon DG BI yg akan dipilih Kom XI itu melakukan penyuapan terhadap para agta DPR Kom XI

Seperti dugaan suap pada pemilihan agta BPK RI kemaren, terpilihnya Hendar sbg Deputi Gub BI diduga sbg hasil suap ke para agta Kom XI. EA seorang pengusaha muda terkenal disebut2 sebagai donatur Hendar yang kucurkan US$ 25,000 - US$ 50,000 per angta Kom XI DPR. Suap US$ 25,000 tentu untuk anggota Kom XI biasa. US$ 50,000 untuk para pimpinan Kom XI. Bebas pajak dan zakat hehe

Operator atau tim pengantar suap yg diduga dilakukan Deputy Gub BI terpilih ini : H dan SS, keduanya pejabat Otoritas Jasa Keuangan/OJK. Transaksi suap dilakukan di beberapa tempat terpisah seperti suap kepada Fraksi PDIP yg diwakili OD di Singapore. Ada juga agta dari PDIP inisial EM yang diduga terima suap di Deluca, Plaza Senayan, Jakarta Selatan. Untuk Fraksi Golkar, koordinatornya sahabat sy tercinta NH, karena AK sdh tobat nasuha gara2 terus diintai @KPK_RI pasca pemilihan BPK. Untuk teman2 kita agta Komisi XI DPR dari Fraksi PAN suapnya diduga diterima MH sebagai koordinatornya. Sedangkan untuk ikhwan-ikhwan kita tersayang dari PKS, koordinator yang menerima suapnya adalah adinda kita yg cerdas : AR.

Beberapa hari yl kami sdh kontak teman2 di KPK - Komisi Pemberantasan Korupsi utk infokan bahwa akan terjadi transaksi suap terkait fit & proper test DG BI ini. Juga kami infokan akan terjadi suap kepada seorang komisioner OJK dari sebuah perusahaan yang direksinya di F & T. Jumlahnya : 500 juta. Tapi seperti biasa, @KPK_RI penyidik2 / intel2nya rada pemalas. Malah minta nomor hp para pelaku transaksi suap kpd kami. Capek deh hehe

Kelihatannya @KPK_RI sekarang ini lagi ga mood untuk OTT anggota DPR, pejabat OJK dll yang bukan order dari Medan Merdeka Utara. Selain minta nama2 pelaku suap, nomor hp, tanggal dan tempat transaksi suap akan dilaksanakan, penyidik @KPK_RI juga nanya brp jumlahnya. Karena kesal dgn permintaan @KPK_RI yg pemalas meski sdh digaji sangat besar dengan uang rakyat itu, akhirnya kami pun ogah2an maksa OTT. KPK mau tangkap monggo, mau nonton transaksi suap saja juga monggo. Mau peringatkan agar transaksi suapnya lebih canggih, jg monggo..EGP

Sudah dulu ya..kita intai lagi pejabat2 OJK yg lagi panen suap utk luluskan direksi2 Bank dan lembaga keuangan yg ikut F & T hehe …

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
.

__,_._,___