Tuesday, March 5, 2013

[Media_Nusantara] Saran Agus Condro Prayitno Buat Anas Urbaningrum : Jangan Pakai Bahasa Samar

 

Saran Agus Condro Prayitno Buat Anas Urbaningrum : Jangan Pakai Bahasa Samar

Pasca ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum kerap melontarkan pernyataaan bersayap yang kemudian ditafsirkan beragam oleh media. Anas seolah-olah menggiring kasus hukumnya ke ranah politik, dengan sejumlah pernyataan yang tersamar. Jika ingin meraih simpati publik ada baiknya Anas jujur dan terbuka. Jangan meniru langkah Nazaruddin. Jika Anas bersikap kooperatif, publik akan mengingat baik sosok Anas.

Ini sekedar saran yang disampaikan oleh Agus Condro Prayitno, mantan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang menjadi justice collaborator dalam kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI)tahun 2004.

"Anas kalau memang mempunyai niat membantu negara, membuka keruwetan kasus Hambalang ini, kalau punya bukti serahkan ke KPK. Jangan pakai bahasa samar, jangan berpolitik, tapi menjunjung penegakan hukum," ujar Agus kepada pers, Selasa (05/03).

Agus adalah orang yang pertama kali mengungkap skandal cek pelawat yang diterima anggota DPR pada pemilihan DGS BI yang dimenangkan Miranda Swaray Goeltom itu. Pada 2010, ia melapor ke KPK. Skandal itu pun akhirnya terkuak. Puluhan anggota DPR divonis, termasuk istri mantan Wakapolri Adang Darojatun, Nunun Nurbaetie. Skandal itu juga membuat Agus Condro harus mendekam di penjara. Ia dijatuhi vonis 1 tahun 3 bulan, tapi mendapat keringanan karena menjadi justice collaborator.

"Anas ini politisi muda, tentu masih panjang jalannya. Dari segi moral tentu menjadi sorotan. Alangkah baiknya Anas berikan sumbangan pada pemberantasan korupsi, untuk kebaikan negeri ini. Publik mungkin bisa dikelabui, tapi Tuhan tak bisa dibohongi. Tinggal Anas memilih," ujar Agus.

Agus meyakini, penetapan Anas sebagai tersangka tak ada unsur intervensi politik. Ia bercerita tentang kelucuan politisi. Kala Anas belum menjadi tersangka, banyak politisi yang menuding KPK diintervensi sehingga tidak berani menjerat Anas. Akan tetapi, ketika Anas benar-banr jadi tersangka, KPK tetap saja dituding diintervensi. "KPK juga diisi manusia, tapi saya yakin di KPK itu masih ada yang memiliki integritas. Saya yakin dengan Bambang Widjojanto, Busyro Muqoddas, Adnan Pandu, dan Zulkarnaen juga yang lainnya."

Agus yakin, KPK tidak akan berani menetapkan seseorang sebagai tersangka kalau tidak ada bukti kuat, karena nanti bisa kalah di pengadilan. Ia menyarankan, jika Anas ingin meraih simpati publik sebaiknya bersikap jujur dan terbuka. Jangan meniru langkah Nazaruddin. Anas mesti memikirkan masa depan politiknya. Akan baik kalau dia bersikap kooperatif, publik akan mengingat baik sosok Anas.

"Jangan seakan-akan mengesankan dizalimi, apalagi mengesankan KPK diintervensi. Anas kalau tidak merasa bersalah siapkan bukti untuk di pengadilan atau lebih baik bicara ke KPK dengan bukti," tandas pria yang kini hidup tenang di Batang, Jawa Tengah itu.

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
.

__,_._,___